Jakarta –
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai pertahanan menjadi kekuatan utama tim untuk bersaing di level global. Setelah mengamati kolam talenta sepak bola Indonesia, ia menyimpulkan pemain paling menonjol saat ini berposisi bek.
Bek Jadi Fondasi Tim
Herdman menyebut beberapa pemain andalan:
Jay Idzes (Italia)
Kevin Diks (Jerman)
Calvin Verdonk (Prancis)
Dean James (Belanda)
Rizky Ridho (Indonesia)
Meskipun pemain posisi lain penting, Herdman menegaskan bahwa bek menjadi fondasi kekuatan tim.
Strategi Tim Dibangun di Sekitar Pertahanan
“Mengingat banyak pemain andalan Timnas Indonesia adalah bek, ini memberi kita pondasi pertahanan yang kuat,” ujar Herdman dalam akun Youtube resmi PSSI.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pelatih harus memaksimalkan apa yang tersedia. “Jika pertahanan menjadi inti kekuatan tim, kami akan membangun strategi di seputar hal itu,” jelas Herdman.
Chemistry Antar Pemain Masih Dikembangkan
Di sisi lain, Herdman menilai chemistry antar pemain sangat penting. Ia melihat kedekatan pemain sudah mulai terjalin. Namun, chemistry itu belum sepenuhnya menjadi kekuatan yang menggetarkan.
“Saya pikir, dengan kehadiran pemain diaspora, mereka perlu waktu untuk menyatu. Pada periode Piala Dunia lalu, tim tidak punya cukup waktu untuk itu,” kata Herdman.
Hubungan Antar Pemain Kunci untuk Menghadapi Tantangan
Oleh karena itu, Herdman menekankan pentingnya hubungan kuat antar pemain. “Hubungan sejati membantu tim melewati saat-saat sulit. Dengan pendekatan yang tepat, kami akan membangun chemistry itu,” ujarnya.
FIFA Series 2026 Jadi Momentum Uji Strategi
Selain itu, Herdman menilai FIFA Series 2026 menjadi kesempatan untuk merancang ulang kekuatan Timnas Indonesia. Turnamen pada Maret 2026 memberi tim Garuda dua kesempatan tampil. Dengan momen ini, Herdman yakin tim dapat menguji strategi berbasis pertahanan sekaligus memperkuat kerjasama antarpemain.