JAKARTA — Jumat menjadi hari istimewa bagi Partai Gerindra, yang kini berusia 18 tahun. Dalam peringatan kali ini, partai berlambang kepala garuda itu mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa tema tersebut mengingatkan seluruh kader untuk menjaga kekompakan, bergerak maju, dan memberikan dampak positif bagi perjuangan membangun bangsa.
“Partai Gerindra genap berusia 18 tahun. Usia yang cukup matang dalam perjalanan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Sugiono melalui keterangan video, Jumat.
Lahir dari Keprihatinan Politik
Sejarah Gerindra bermula dari keprihatinan sejumlah tokoh terhadap kondisi politik nasional yang belum mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Awalnya, Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto, berdiskusi dan sepakat bahwa Indonesia membutuhkan kendaraan politik baru untuk mendorong perubahan sistem politik.
Selanjutnya, mereka mengajak sejumlah tokoh di lingkaran Prabowo untuk membahas lebih jauh pendirian partai. Saat itu, Prabowo masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar dan sempat mengikuti konvensi calon presiden partai tersebut.
Kemudian, pada Desember 2007, tokoh-tokoh nasional berkumpul di markas Institute for Policy Studies (IPS) di Bendungan Hilir, Jakarta, untuk menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Pertemuan ini dihadiri oleh Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi PR, Widjono Hardjanto, dan Suhardi.
Akhirnya, pada 6 Februari 2008, mereka mendeklarasikan Partai Gerindra lengkap dengan visi, misi, dan manifesto perjuangan. Partai menegaskan komitmennya untuk membangun masyarakat yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, makmur, beradab, dan berketuhanan.
Jejak Partai dalam Pemilu
Setelah itu, Partai Gerindra ikut Pemilu 2009 dan meraih 4.642.795 suara atau 4,46 persen dari total suara nasional. Pada tahun yang sama, Prabowo tampil pertama kali dalam Pilpres sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan ini meraih posisi kedua dengan 32.548.105 suara sah atau 26,79 persen, kalah dari SBY-Boediono yang meraih 60,80 persen suara.
Seiring waktu, Partai Gerindra meningkatkan perolehan suaranya pada pemilu berikutnya. Pada Pemilu 2014, partai meraih 14.760.371 suara (11,81 persen), kemudian 17.594.839 suara (12,57 persen) pada Pemilu 2019, dan meningkat menjadi 20.071.708 suara (13,22 persen) pada Pemilu 2024.
Selain itu, Prabowo memenangkan Pilpres 2024 bersama pasangannya, Gibran Rakabuming Raka. Dengan capaian tersebut, Gerindra menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik besar di Indonesia dan menunjukkan perjalanan panjangnya dari ide sederhana menjadi partai berpengaruh di kancah nasional.









