Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan sedikit lebih dari setahun telah menjangkau 60 juta warga. Program ini juga menarik perhatian pakar dari Amerika Serikat.
Pakar AS Pelajari Program MBG
Prabowo mengatakan, “Saya ingin menyampaikan bahwa baru sehari yang lalu, para pakar dari White House mempelajari program MBG kita.”
Ia menyampaikan hal ini saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa dunia internasional mulai menyoroti program MBG Indonesia.
Diakui Rockefeller Institute
Selain itu, Prabowo menyinggung penilaian lembaga riset internasional, Rockefeller Institute. Menurut lembaga tersebut, MBG termasuk salah satu bentuk investasi publik yang sangat menguntungkan.
Ia menjelaskan, setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program ini dapat menghasilkan dampak ekonomi hingga lima kali lipat dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, Prabowo menuturkan, dampaknya bisa mencapai 35 kali lipat.
Dengan demikian, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang.
Membuka Lapangan Kerja
Prabowo menambahkan, MBG membuka lapangan kerja secara signifikan. Pemerintah mengoperasikan 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dapur-dapur ini menciptakan sekitar satu juta pekerjaan. Program MBG memberi manfaat tidak hanya bagi penerima bantuan, tetapi juga bagi masyarakat yang bekerja di dapur-dapur tersebut.
Target 82 Juta Penerima Manfaat
Prabowo menargetkan program MBG menjangkau 82 juta orang. Ia memperkirakan program ini bisa menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja.
“Kita semua paham kebutuhan masyarakat akan pekerjaan sangat besar. Tapi menjerit atau mengkritik saja tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, melalui MBG, saat ini saya telah menciptakan satu juta lapangan kerja,” tegasnya.
Program Gizi dan Stimulus Ekonomi
Singkatnya, pemerintah merancang MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Program ini menciptakan pekerjaan dan mendorong investasi publik, sehingga pemerintah berharap MBG memberi efek domino bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.