PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama pertumbuhan UMKM daerah. Melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 di Convention Hall Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Pemprov menilai kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah penting untuk mempercepat kemandirian pelaku usaha mikro.
Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuswandi, menilai peran lembaga pembiayaan sangat berpengaruh dalam mendorong pelaku usaha kecil, khususnya perempuan, agar mampu berkembang dan mandiri. Ia menyebut dukungan permodalan dan pendampingan dari berbagai pihak telah memberi dampak nyata di lapangan.
Hingga saat ini, Arry mencatat PT Permodalan Nasional Madani telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp12,6 triliun kepada 384 ribu nasabah di Sumbar dalam lima tahun terakhir. Ia menilai capaian tersebut memperkuat peran UMKM sebagai penopang ekonomi daerah.
“Kalau ibu-ibunya kuat, ekonomi keluarga juga kuat. Program pembangunan yang melibatkan ibu-ibu hampir selalu berhasil. Itu yang dibuktikan oleh PNM selama ini,” ujar Arry.
PKU Akbar 2026 Dorong UMKM Lebih Tangguh
Kegiatan PKU Akbar 2026 mengusung tema “UMKM Tangguh, Cerdas Finansial, Lengkap Legalitas” dan diikuti sekitar 500 pelaku UMKM binaan PNM.
Arry menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan pelatihan secara maksimal. Ia meminta peserta tidak hanya fokus pada permodalan, tetapi juga memperkuat kemampuan manajemen usaha, legalitas, hingga strategi pemasaran.
“PNM sudah memberikan modal, membina, dan mendampingi. Sekarang tugas kita memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya agar usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil, lalu tumbuh menjadi usaha menengah yang lebih kuat dan berdaya saing,” katanya.
UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Staf Ahli Bidang Ekonomi Kabupaten Solok, Deni Prihatno, menegaskan UMKM tetap menjadi sektor yang paling tahan menghadapi tekanan ekonomi. Ia menilai program pelatihan seperti PKU membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga mencakup kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar dan digitalisasi usaha.
PNM Genjot Ekspansi Pembiayaan dan Pelatihan
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM, Husein, menjelaskan PKU menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pelaku usaha mikro dan ultra mikro naik kelas secara berkelanjutan.
Secara nasional, PNM mencatat 12,6 juta nasabah aktif dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp387 triliun kepada 22 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro dalam lima tahun terakhir.
Di Sumbar, PNM mengoperasikan 102 unit layanan Mekaar dan 14 kantor ULaMM. Hingga kini, total pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp12,6 triliun.
“ Tahun 2026 menjadi momentum akselerasi bagi PNM di Sumbar. Kami menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun serta pelaksanaan 986 kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan bagi sekitar 39 ribu nasabah,” ujar Husein.
Sinergi Lembaga Keuangan dan Daerah
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, jajaran Bank Rakyat Indonesia Regional Padang, Forkopimda Kabupaten Solok, serta pelaku UMKM dari berbagai wilayah Sumbar. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha di daerah.
FAQ
1. Apa tujuan utama PKU Akbar 2026?
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM agar lebih tangguh, melek finansial, dan memiliki legalitas usaha yang lengkap.
2. Berapa total pembiayaan PNM di Sumbar?
PNM telah menyalurkan sekitar Rp12,6 triliun kepada 384 ribu nasabah dalam lima tahun terakhir.
3. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Kegiatan melibatkan Pemprov Sumbar, PNM, OJK, BRI, Forkopimda, serta pelaku UMKM.
4. Apa target PNM di Sumbar tahun 2026?
PNM menargetkan penyaluran pembiayaan Rp2 triliun serta 986 kegiatan pelatihan untuk sekitar 39 ribu nasabah.
5. Mengapa UMKM dianggap penting bagi daerah?
UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah karena mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi dan menyerap tenaga kerja.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









