Dari Usaha Sederhana ke Transaksi Miliaran, Konter Pulsa Ini Tembus Sukses BRILink

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan, peluang usaha berbasis transaksi perbankan justru semakin terbuka lebar di level akar rumput. Salah satu kisah yang menonjol datang dari Depok, Jawa Barat, ketika sebuah konter pulsa sederhana berkembang menjadi pusat transaksi Agen BRILink dengan perputaran dana miliaran rupiah per bulan.

Perjalanan itu dijalani oleh Amilludin Affan, pelaku usaha yang memulai semuanya dari modal terbatas. Dari etalase kecil di teras rumah hingga kini mengelola delapan karyawan, ia membuktikan bahwa konsistensi dan adaptasi teknologi bisa mengubah skala bisnis secara drastis.

Transformasi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Affan menempuh proses panjang, termasuk jatuh bangun dalam usaha, sebelum akhirnya menemukan titik stabil lewat layanan keuangan berbasis agen perbankan.

Awal Usaha dari Rp 1 Juta dan Etalase Kecil

Affan memulai langkah bisnisnya pada 2011 dengan modal sekitar Rp 1 juta. Saat itu, ia hanya memiliki etalase kaca berukuran satu meter dan memanfaatkan teras rumah orang tuanya sebagai tempat berjualan.

“Etalase cuma 1 meter, kecil banget. Modalnya cuma sekitar Rp 1 juta di tahun 2011 itu,” jelasnya.

Dari usaha sederhana itu, ia menjual pulsa dengan margin keuntungan yang sangat kecil, sekitar Rp 1.000 per transaksi. Namun, ia tidak langsung menikmati hasil besar. Justru ia memilih menabung keuntungan sedikit demi sedikit untuk mengembangkan usaha.

Belajar dari Kegagalan dan Dunia Kerja Serabutan

Sebelum mencapai titik ini, Affan lebih dulu menjalani berbagai pekerjaan informal. Ia pernah menjadi penjual kopi keliling hingga kuli panggul untuk bertahan hidup setelah lulus sekolah.

“Waktu udah lulus sekolah, saya udah lamar kerja di mana-mana nggak ada yang keterima. (Akhirnya) Saya sama temen jualan kopi keliling, itu pertama. Kedua, saya juga pernah kerja di Agus Bako Sebagai kulit panggul juga pernah,” kenang Affan kepada detikcom.

Pengalaman itu menjadi fondasi mental sekaligus bekal penting ketika ia kemudian bekerja sebagai operator di konter pulsa lain. Di sana, ia mempelajari alur bisnis dari dalam, mulai dari sistem transaksi hingga manajemen pelanggan.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg Pangkas Menu Favorit hingga Banyak Usaha Kecil Terancam Tutup

“Kerja di situ setahun sebagai operator agen pulsa. Voucher semua ada di toko itu, jadi dari sana saya tahu ilmunya dan paham ‘dapurnya’. Akhirnya saya coba buka usaha dengan modal sendiri,” ungkapnya.

Perluasan Usaha dan Tantangan Kerugian

Pada 2014, Affan memutuskan pindah ke ruko yang lebih besar di kawasan Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan. Di fase ini, ia mulai mempekerjakan dua karyawan dan menjalankan usaha secara lebih serius.

Namun, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia juga pernah mengalami kerugian besar akibat investasi alat server pulsa yang tidak lagi relevan.

“Kita beli alatnya total Rp 25 juta waktu itu 2015 baru saya buka di sini. Saya beli mesinnya total Rp 25 juta itu bertahan cuman 3 bulan, akhirnya waktu itu mesinnya belum (upgrade) masih ketinggalan zaman,” jelasnya.

Meski mengalami kerugian, ia tidak berhenti. Sebaliknya, ia mengubah strategi dan fokus pada layanan yang lebih stabil dan dibutuhkan masyarakat.

Titik Balik: Agen BRILink Dorong Lonjakan Pendapatan

Keputusan bergabung sebagai Agen BRILink menjadi titik balik besar dalam bisnis Affan. Layanan ini kini menyumbang sekitar 50% pendapatan usahanya.

“Namanya usaha kan tidak tentu, kadang naik dan turun. Tapi kalau sekarang posisinya sudah stabil, sekitar 50 persen pendapatan toko disumbang dari Agen brilink,” tuturnya.

Saat ini, tokonya mampu mencatat sekitar 4.000 transaksi per bulan dengan perputaran uang mencapai Rp 2 hingga Rp 3 miliar. Meski begitu, keuntungan tetap berasal dari biaya layanan yang relatif kecil.

“Adminnya Rp 5 ribu per transaksi (untuk nominal) di bawah Rp 2 juta. (Kalau transaksinya) Rp 3 juta, Rp 8 juta, dan seterusnya, ada penyesuaian tarif admin lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Selain itu, ia juga memperoleh komisi dari pihak bank sekitar Rp 1.500 per transaksi.

Dampak Ekonomi di Tingkat Lokal

Keberadaan Agen BRILink di tokonya memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Banyak warga memilih layanan ini karena lebih cepat dan efisien dibanding harus pergi ke bank atau ATM.

Menurut Affan, faktor seperti kemacetan dan biaya parkir juga mendorong masyarakat memilih layanan dekat rumah.

“Jadi memang memudahkan orang buat transaksi, tarik tunai maupun transfer. Jadi orang kan berpikir, walaupun di sini ada biaya adminnya, nggak terlalu berpengaruh banget daripada ke bank yang membuang waktu, kena macet, belum lagi bayar parkirnya. Kalau dihitung-hitung jadinya sama saja,” tuturnya.

Seorang pelanggan, Anton, juga mengaku terbantu karena layanan ini memudahkan pengiriman uang tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Dukungan Ekosistem BRILink di Indonesia

Pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa jaringan Agen BRILink terus berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Agen BRILink menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkap Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya.

Hingga Maret 2026, jumlah agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta yang tersebar di puluhan ribu desa di Indonesia.

FAQ

1. Berapa modal awal usaha Affan?

Ia memulai usaha dengan modal sekitar Rp 1 juta pada 2011.

2. Apa usaha utama Affan saat ini?

Ia mengelola konter pulsa sekaligus Agen BRILink.

3. Berapa transaksi BRILink di tokonya?

Sekitar 4.000 transaksi per bulan.

4. Berapa omzet perputaran uang?

Berkisar antara Rp 2 hingga Rp 3 miliar per bulan.

5. Berapa karyawan yang ia pekerjakan?

Sebanyak 8 orang dengan sistem dua shift.(Tim)

Berita Terkait

Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg Pangkas Menu Favorit hingga Banyak Usaha Kecil Terancam Tutup
Terbongkar! Modus Pecah Banyak PT dan CV Bikin Aturan Pajak UMKM Berubah Total
Strategi Branding Baru UMKM: Merek Kolektif Dorong Nilai Produk Desa Naik Kelas
Bukan Sekadar Qurban: Tas Anyaman Perempuan Sungai Penuh Jadi Sorotan, Dorong UMKM & Kurangi Plastik
Mulai Juni, Petugas Datangi Kafe dan Toko di Padang, Pelaku UMKM dengan Omzet Segini Langsung Dibina
Shopee Dorong Jurnalisme Data di Ajang UMKM PATEN, Fokus Ungkap Dampak Ekonomi Digital
Anyaman Bambu Kerinci Tembus Nasional Lewat Sentuhan Desain Modern
Kelurahan Olo: Surga Kuliner Pesisir dari Batagor Ikan hingga Kelapa Muda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dari Usaha Sederhana ke Transaksi Miliaran, Konter Pulsa Ini Tembus Sukses BRILink

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:00 WIB

Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg Pangkas Menu Favorit hingga Banyak Usaha Kecil Terancam Tutup

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:00 WIB

Terbongkar! Modus Pecah Banyak PT dan CV Bikin Aturan Pajak UMKM Berubah Total

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WIB

Strategi Branding Baru UMKM: Merek Kolektif Dorong Nilai Produk Desa Naik Kelas

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:00 WIB

Bukan Sekadar Qurban: Tas Anyaman Perempuan Sungai Penuh Jadi Sorotan, Dorong UMKM & Kurangi Plastik

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Harga Telur Tertekan, Pemerintah Andalkan MBG Pulihkan Pasar

Minggu, 7 Jun 2026 - 19:00 WIB