JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali bergerak fluktuatif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Tekanan muncul di berbagai sektor, namun sejumlah saham justru mulai menarik perhatian investor karena dinilai memiliki peluang rebound dalam jangka pendek.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter, pergerakan rupiah, hingga proyeksi ekonomi nasional yang disampaikan pemerintah. Kondisi ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tidak stabil di tengah aksi wait and see investor.
Analis menilai volatilitas pasar masih akan berlangsung dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Meski demikian, peluang cuan tetap terbuka pada sejumlah saham yang memiliki fundamental kuat dan didukung sentimen sektoral.
IHSG Bergerak Fluktuatif Setelah Kenaikan BI Rate
IHSG sebelumnya ditutup melemah ke level 6.318,5 atau turun sekitar 0,82 persen. Tekanan jual muncul setelah pasar merespons kenaikan BI Rate yang dinilai dapat memperlambat ekspansi bisnis dan konsumsi.
Secara teknikal, indikator stochastic RSI mulai memasuki area oversold. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound apabila sentimen eksternal mulai mereda.
Namun, indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif yang menandakan tekanan bearish belum sepenuhnya hilang. Karena itu, pergerakan IHSG diperkirakan tetap variatif dengan area support di kisaran 6.200–6.250 dan resistance pada level 6.400–6.450.
Investor Fokus pada Arah Ekonomi 2027
Pasar juga menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto terkait target ekonomi nasional tahun 2027.
Pemerintah menargetkan defisit anggaran berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, asumsi makro RAPBN 2027 mencakup pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen dengan inflasi 1,5 persen sampai 3,5 persen.
Pemerintah juga memperkirakan nilai tukar rupiah berada di level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen.
Pelaku pasar kini menunggu implementasi kebijakan lanjutan yang dapat menjaga stabilitas fiskal dan mendorong daya beli masyarakat.
Lima Saham yang Mulai Dilirik Investor
Di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham mulai menarik minat pelaku pasar karena dinilai memiliki potensi penguatan.
Beberapa saham tersebut berasal dari sektor energi, perbankan, hingga komoditas yang masih mendapat dukungan sentimen global maupun domestik.
Salah satu saham yang masuk radar analis ialah PT Bukit Asam Tbk atau PTBA. Saham ini dinilai masih memiliki ruang penguatan karena ditopang kinerja komoditas dan prospek dividen.
Selain PTBA, investor juga mulai mencermati saham sektor perbankan besar yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak suku bunga.
Sentimen Global Masih Membayangi Pasar
Selain faktor domestik, pasar saham Indonesia juga menghadapi tekanan dari ketidakpastian global. Investor masih memantau arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, pergerakan harga komoditas, dan tensi geopolitik global.
Kondisi tersebut membuat arus modal asing bergerak lebih selektif. Meski begitu, analis melihat peluang akumulasi mulai terbuka pada saham-saham yang sudah terkoreksi cukup dalam.
Investor jangka pendek pun mulai memanfaatkan momentum volatilitas untuk berburu saham dengan potensi rebound cepat.
Strategi Investor Saat IHSG Bergejolak
Analis menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham di tengah kondisi pasar yang belum stabil. Fokus utama saat ini berada pada emiten dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan memiliki ketahanan terhadap kenaikan suku bunga.
Investor juga perlu memperhatikan manajemen risiko serta menghindari aksi beli agresif ketika pasar bergerak sangat fluktuatif.
Diversifikasi portofolio menjadi strategi penting agar tekanan di satu sektor tidak langsung memengaruhi keseluruhan investasi.
FAQ
Kenapa IHSG turun setelah BI Rate naik?
Kenaikan BI Rate biasanya membuat biaya pinjaman meningkat sehingga pelaku usaha dan konsumsi masyarakat berpotensi melambat. Kondisi itu sering memicu tekanan pada pasar saham.
Apa arti area oversold pada IHSG?
Oversold menunjukkan kondisi ketika tekanan jual dianggap terlalu tinggi sehingga muncul peluang rebound atau penguatan teknikal.
Saham apa yang mulai dilirik investor?
Beberapa saham sektor energi, komoditas, dan perbankan mulai menarik perhatian investor, termasuk saham PTBA.
Apakah saat ini waktu yang tepat membeli saham?
Investor sebaiknya tetap selektif dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing karena volatilitas pasar masih cukup tinggi.
Faktor apa yang paling memengaruhi IHSG saat ini?
Selain BI Rate, pasar juga dipengaruhi sentimen global seperti suku bunga The Fed, nilai tukar rupiah, dan pergerakan harga komoditas dunia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









