IHSG Tembus 7.057, Bursa Menguat 1,22%

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, dengan penguatan solid di zona hijau. Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 85,15 poin atau 1,22 persen ke level 7.057,11.

Pelaku pasar langsung merespons positif sejak awal sesi. IHSG dibuka di 6.968,57 dan bergerak stabil hingga menembus level tertinggi harian di 7.069,21. Sementara itu, indeks sempat menyentuh titik terendah di 6.921,61 sebelum kembali menguat hingga penutupan.

Saham Big Caps Dorong Penguatan IHSG

Penguatan IHSG hari ini terjadi karena aksi beli di sejumlah saham berkapitalisasi besar. Investor memburu saham perbankan, komoditas, dan energi yang kembali menarik minat pasar.

Saham perbankan seperti BBRI ikut menopang indeks seiring optimisme terhadap pertumbuhan kredit nasional. Di sisi lain, saham berbasis komoditas seperti ANTM juga mencatat kenaikan yang memperkuat sentimen positif di sektor tambang.

Pelaku pasar melihat arus masuk dana asing kembali mengalir ke bursa domestik. Kondisi ini memperkuat momentum penguatan setelah beberapa hari sebelumnya IHSG sempat bergerak fluktuatif.

Baca Juga :  BEI Rilis Status Free Float Emiten, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sorotan Pasar

Sentimen Global Ikut Menopang Pergerakan

Bursa Asia dan global juga memberikan dukungan terhadap IHSG. Indeks Nikkei 225 dan KOSPI sama-sama mencatat penguatan, sementara indeks Hang Seng ikut bergerak positif.

Kondisi ini muncul karena investor global mulai mengantisipasi stabilitas suku bunga di beberapa negara maju. Ekspektasi tersebut mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Investor Ritel Aktif di Tengah Volatilitas

Investor ritel ikut meningkatkan transaksi harian di tengah volatilitas pasar. Mereka memanfaatkan momentum penguatan untuk masuk ke saham-saham unggulan.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas yang merata di berbagai sektor. Investor tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi juga menyebar ke saham konsumer, energi, dan infrastruktur.

Analis menilai kondisi ini mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih setelah tekanan pada pekan sebelumnya.

Baca Juga :  Beli LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari, Solusi Tepat atau Risiko Baru?

IHSG Bertahan di Atas Level Psikologis

IHSG berhasil bertahan di atas level 7.000 yang menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar. Level ini sering menjadi acuan sentimen jangka pendek di bursa.

Analis memandang posisi ini sebagai sinyal penguatan lanjutan jika arus dana asing tetap stabil. Namun, mereka tetap mengingatkan potensi koreksi teknikal setelah reli beberapa sesi terakhir.

Prospek Pasar Masih Positif Jangka Pendek

Pelaku pasar kini menunggu rilis data ekonomi domestik dan global yang berpotensi mempengaruhi arah IHSG. Investor juga mencermati kebijakan bank sentral yang dapat mengubah sentimen pasar.

Meski demikian, tren jangka pendek masih menunjukkan arah positif. Likuiditas yang terjaga dan minat beli yang kuat menjadi penopang utama pergerakan indeks.

IHSG kini memasuki fase konsolidasi di level tinggi. Pelaku pasar akan terus mengamati apakah indeks mampu menembus rekor baru atau justru kembali terkoreksi dalam beberapa sesi ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan
Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas
Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan
Harga Emas Perhiasan Melonjak Hari Ini 20 Juni 2026, Selisih Kadar 5K dan 24K Hampir Rp1,9 Juta per Gram
Mulai Juli 2026, BI Perketat Beli Dolar, Transaksi di Atas US$10 Ribu Wajib Dokumen
Harga Emas Antam di Pegadaian Pecah Level Rp2,78 Juta, Investor Langsung Pasang Mata
Rp418 Triliun Mengalir dari BI, Bank BUMN Jadi Penerima Terbesar Insentif Likuiditas
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 21 Juni 2026 Bikin Heboh, Mie Gacoan Rp1 hingga Diskon Besar Menanti Pemburu Cuan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:44 WIB

Tembus 1 Juta UMK, Sertifikasi Halal Gratis Jadi Senjata Baru Pelaku Usaha Rebut Pasar Lebih Luas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Banyak Sarjana Tak Terserap, Industri Justru Kekurangan Talenta yang Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:30 WIB

Harga Emas Perhiasan Melonjak Hari Ini 20 Juni 2026, Selisih Kadar 5K dan 24K Hampir Rp1,9 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mulai Juli 2026, BI Perketat Beli Dolar, Transaksi di Atas US$10 Ribu Wajib Dokumen

Berita Terbaru