Harga BBM 14 Mei 2026 Stabil, Pertamina Tahan Tarif di Tengah Fluktuasi Minyak Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada 14 Mei 2026 bergerak stabil di hampir seluruh jenis produk. PT Pertamina (Persero) menahan sebagian besar harga BBM nonsubsidi meski pasar minyak global masih menunjukkan fluktuasi. Kebijakan ini menjaga daya beli masyarakat sekaligus menyesuaikan strategi energi nasional.

Harga BBM Nonsubsidi Masih Bertahan

Pertamina menjaga harga BBM nonsubsidi pada level yang relatif sama dibandingkan awal Mei 2026. Pertamax tetap berada di kisaran Rp12.300 hingga Rp12.600 per liter di berbagai daerah.

Pertamax Green 95 bertahan di sekitar Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo juga tidak bergerak jauh dan berada pada rentang Rp19.900 hingga Rp20.350 per liter.

Pertamina Dex mencatat harga sekitar Rp27.900 hingga Rp28.500 per liter. Dexlite berada pada kisaran Rp26.000 hingga Rp26.600 per liter. Stabilitas harga ini mencerminkan upaya perusahaan menahan dampak kenaikan minyak mentah dunia.

BBM Subsidi Tetap Dijaga Pemerintah

Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter di banyak wilayah Indonesia.

Biosolar juga tidak mengalami perubahan signifikan dan bertahan di sekitar Rp6.800 per liter. Pemerintah menyalurkan kedua jenis BBM ini melalui mekanisme subsidi untuk kelompok masyarakat tertentu dan sektor transportasi.

Baca Juga :  106 Perusahaan Tambang Abai RKAB 2026, ESDM Siapkan Sanksi Penangguhan

Kebijakan ini menjaga biaya transportasi publik dan logistik tetap terkendali, terutama di daerah dengan ketergantungan tinggi terhadap BBM bersubsidi.

Pertamina Hadapi Tekanan Harga Minyak Dunia

PT Pertamina (Persero) menghadapi tekanan dari pergerakan harga minyak mentah global yang masih tidak stabil. Fluktuasi harga Brent dan WTI membuat perusahaan energi nasional itu berhati-hati dalam menentukan penyesuaian harga.

Pertamina menyesuaikan strategi pengadaan dan distribusi agar tidak membebani konsumen. Perusahaan juga menjaga keseimbangan antara harga keekonomian dan kebijakan energi nasional yang ditetapkan pemerintah.

Dampak ke Konsumen dan Sektor Transportasi

Stabilitas harga BBM memberi ruang bagi sektor transportasi dan logistik untuk menjaga biaya operasional. Pengusaha angkutan darat, ojek daring, dan distribusi barang merespons positif kondisi ini karena biaya bahan bakar tidak mengalami lonjakan.

Masyarakat juga merasakan dampak langsung dari harga BBM yang tidak berubah. Pengeluaran rumah tangga tetap terkendali, terutama di wilayah perkotaan yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor.

Baca Juga :  IHSG 12 Mei 2026 Melemah: Investor Tahan Aksi Jelang Keputusan MSCI, Saham Bank Jadi Penekan Utama

Perbandingan Harga di Beberapa Wilayah

Harga BBM di Indonesia tidak selalu seragam. Pertamina menerapkan perbedaan kecil antar wilayah karena faktor distribusi dan logistik.

Wilayah Jawa dan Sumatra mencatat harga yang lebih stabil karena akses distribusi lebih mudah. Sementara itu, wilayah timur Indonesia cenderung mengalami harga sedikit lebih tinggi akibat biaya pengiriman yang lebih besar.

Meski begitu, selisih harga tidak terlalu signifikan dan tetap berada dalam rentang nasional yang ditetapkan perusahaan.

Prospek Harga BBM ke Depan

Pengamat energi menilai harga BBM masih berpotensi berubah dalam beberapa bulan ke depan. Mereka menyoroti pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan fiskal pemerintah sebagai faktor utama.

Jika harga minyak global naik, Pertamina bisa menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara bertahap. Namun pemerintah kemungkinan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.

Kesimpulan

Harga BBM pada 14 Mei 2026 menunjukkan stabilitas di seluruh jenis bahan bakar utama. Pertamina menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi, sementara pemerintah menjaga BBM subsidi tetap terjangkau. Kondisi ini menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pasar, kebijakan energi, dan daya beli masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB