JAMBI – Koperasi Batanghari Patra Niaga (BPN) mencatat sejarah baru dalam sektor hulu migas Indonesia. Untuk pertama kalinya, koperasi daerah ini berhasil menyalurkan minyak dari sumur masyarakat (Sumas) di Provinsi Jambi langsung ke Pertamina. Capaian ini menandai perubahan besar dalam tata kelola produksi migas skala kecil di daerah.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan kabar ini pada Rabu, 29 April 2026. Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti nyata kerja sama lintas sektor yang berjalan efektif antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha lokal.
Koperasi BPN Ambil Peran Koordinasi Sumur Masyarakat
Koperasi Batanghari Patra Niaga memegang peran sebagai koordinator Badan Usaha Kecil (BUK) di wilayah Jambi. Selain itu, Koperasi ini juga mengatur alur produksi minyak dari sumur masyarakat yang selama ini berjalan secara terpisah dan kurang terintegrasi.
Sebelumnya, sektor ini menghadapi banyak kendala. Pelaku usaha di lapangan sering berhadapan dengan masalah tata kelola, koordinasi antar pihak, serta sinkronisasi kebijakan. Kondisi itu membuat produksi minyak dari sumur marginal tidak optimal.
Kini, Koperasi BPN mulai menyatukan proses tersebut. Koperasi ini menghubungkan pelaku lapangan dengan sistem distribusi resmi milik Pertamina. Langkah ini membuka jalur legal yang lebih jelas bagi produksi minyak rakyat.
SKK Migas Dorong Kolaborasi dan Percepatan Produksi
SKK Migas mendorong percepatan pengelolaan sumur masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. Djoko Siswanto menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama yang solid dan arahan kebijakan yang jelas dari Kementerian ESDM.
Ia menyebutkan bahwa model kerja sama seperti ini dapat memperkuat produksi nasional, terutama dari sumur-sumur kecil yang selama ini belum tergarap maksimal. Pemerintah juga terus mendorong daerah agar lebih aktif mengelola potensi migas secara mandiri namun tetap terintegrasi dengan sistem nasional.
Minyak Jambi Masuk Jalur Distribusi Pertamina
Dengan tercapainya pengaliran minyak ke Pertamina, Jambi kini resmi masuk dalam rantai pasok migas nasional berbasis koperasi daerah. Skema ini membuka peluang baru bagi peningkatan lifting nasional, khususnya dari sektor sumur marginal.
Model ini juga memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut terlibat dalam rantai produksi energi nasional. Selain itu, sistem ini memperkuat legalitas produksi sehingga dapat mengurangi praktik ilegal di lapangan.
Dorong Peningkatan Lifting Migas Nasional
Pemerintah berharap skema ini menjadi awal peningkatan produksi migas nasional. Dengan mengintegrasikan sumur masyarakat ke dalam sistem resmi, produksi minyak dapat tercatat lebih akurat dan terkontrol.
SKK Migas menilai keberhasilan ini sebagai langkah awal. Ke depan, lembaga tersebut akan memperluas model serupa ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi sumur marginal.
Harapan Baru untuk Energi Nasional
Capaian Koperasi BPN di Jambi memberi sinyal positif bagi sektor energi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, koperasi daerah, dan Pertamina menunjukkan bahwa pengelolaan energi bisa berjalan lebih inklusif.
Pemerintah menargetkan keberlanjutan program ini dengan tetap menjaga aspek keselamatan kerja, lingkungan, dan efisiensi produksi. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, Indonesia berharap dapat meningkatkan ketahanan energi nasional secara bertahap dan berkelanjutan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









