Harga Batu Bara Terbang 5 Hari Beruntun, Sentuh Level Tertinggi 3 Minggu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga batu bara global terus menguat selama lima hari berturut-turut dan menembus level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Lonjakan permintaan dari India dan China mendorong reli harga komoditas energi ini di pasar internasional.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara ditutup di level US$134,1 per ton, naik sekitar 3% dalam satu hari perdagangan. Secara akumulatif, harga batu bara sudah melonjak 11,4% dalam lima hari terakhir.

Permintaan Energi Naik, India Jadi Pendorong Utama

India memimpin kenaikan permintaan batu bara di Asia. Negara tersebut menghadapi lonjakan kebutuhan listrik akibat gelombang panas ekstrem yang melanda beberapa wilayah.

Permintaan listrik puncak di India menembus rekor baru 256,1 gigawatt (GW) pada 25 April, melampaui rekor sebelumnya 252,08 GW. Lonjakan ini membuat pemerintah dan pelaku industri memperbesar konsumsi batu bara dan gas untuk menjaga pasokan listrik.

Produsen listrik terbesar India, NTPC Limited, meningkatkan pembelian gas dan mengoptimalkan seluruh pembangkit listrik tenaga uap. Operator jaringan nasional juga mengarahkan pembangkit untuk tetap beroperasi penuh guna mengantisipasi lonjakan beban listrik.

Baca Juga :  Eropa Kurangi Impor CPO, Gapki Pastikan Dampaknya Tak Ancam Ekspor Sawit RI

India memperkirakan permintaan listrik puncak bisa mencapai 270 GW tahun ini. Untuk mengamankan pasokan, pemerintah menunda jadwal pemeliharaan hampir 10.000 megawatt (MW) kapasitas pembangkit listrik tenaga uap hingga Juli.

China Jaga Stabilitas Pasokan Batu Bara

Di China, pasar batu bara tetap kuat meski jalur logistik utama Daqin Railway selesai menjalani pemeliharaan. Jalur ini menjadi salah satu rute utama distribusi batu bara dari tambang ke pelabuhan di utara China.

Biasanya, selesainya perawatan jalur ini meningkatkan pasokan dan menekan harga. Namun, kondisi kali ini berbeda. Permintaan listrik tetap tinggi karena suhu musim panas mulai naik dan penggunaan pendingin udara meningkat tajam.

Selain itu, harga impor batu bara yang masih tinggi membuat batu bara domestik tetap kompetitif. Hal ini menjaga stabilitas harga di pasar dalam negeri China.

Data terbaru menunjukkan produksi batu bara harian China masih berada di atas 12,5 juta ton. Sementara itu, stok batu bara di pembangkit listrik besar mencapai sekitar 190 juta ton, cukup untuk kebutuhan sekitar 32 hari.

Baca Juga :  Mahyeldi Gandeng Apindo, UMKM Sumbar Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Dampak ke Pasar Global dan Indonesia

Kenaikan harga batu bara global memberikan sentimen positif bagi negara eksportir, termasuk Indonesia. Permintaan yang kuat dari dua pasar utama, India dan China, berpotensi meningkatkan nilai ekspor batu bara nasional dalam jangka pendek.

Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi koreksi harga jika cuaca ekstrem mereda atau pasokan meningkat secara signifikan dari negara produsen utama.

Prospek Harga Masih Positif

Analis melihat tren harga batu bara masih berpotensi bertahan dalam jangka pendek selama permintaan listrik di Asia tetap tinggi. Namun, pasar tetap sensitif terhadap perubahan cuaca, kebijakan energi, dan dinamika stok di China serta India.

Dengan kondisi saat ini, batu bara masih menjadi salah satu komoditas energi yang paling dipengaruhi oleh faktor cuaca dan permintaan musiman di Asia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru