Daftar Ketum Partai Terlama di Indonesia, Isu Pembatasan Jabatan Kian Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Wacana pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik kembali mencuat setelah muncul rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu mendorong agar partai politik membatasi masa jabatan ketua umum maksimal dua periode demi memperbaiki tata kelola dan regenerasi kepemimpinan.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian dari laporan Direktorat Monitoring KPK tahun 2025 yang menyoroti berbagai aspek internal partai, mulai dari kaderisasi hingga transparansi keuangan. KPK menilai pembatasan jabatan penting untuk mencegah stagnasi dan mendorong demokrasi internal yang lebih sehat.

Namun, respons partai politik terbelah. Sejumlah partai seperti Golkar dan PKS mendukung usulan tersebut. Sementara itu, PDIP, PKB, Demokrat, PAN, dan NasDem memilih menolak. Partai Gerindra hingga kini belum menyampaikan sikap resmi.

Masalah Regenerasi di Internal Partai

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai banyak partai di Indonesia masih menghadapi persoalan suksesi kepemimpinan. Ia menyebut hanya sedikit partai yang berhasil menjalankan transisi secara relatif baik.

Menurutnya, proses demokrasi internal di sebagian besar partai berjalan stagnan. Ia menilai kualitas pemilihan kepemimpinan juga mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat jabatan ketua umum di sejumlah partai bertahan sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun tanpa pergantian signifikan.

Baca Juga :  Prabowo Perluas Akses Layanan Hukum, 7 Kejari Baru Hadir di Berbagai Daerah

Megawati Pimpin PDIP Lebih dari Tiga Dekade

Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai ketua umum dengan masa jabatan terpanjang. Ia memimpin PDIP sejak 1993, ketika partai itu masih bernama PDI.

Selama lebih dari 30 tahun, Megawati terus terpilih melalui kongres partai secara aklamasi. Ia juga memimpin partai dalam berbagai fase penting, termasuk masa transisi dari Orde Baru hingga era reformasi.

Kepemimpinannya menjadi simbol kuat konsolidasi partai, sekaligus menunjukkan minimnya pergantian figur di pucuk pimpinan.

Cak Imin Kuasai PKB Dua Dekade

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menduduki kursi ketua umum PKB sejak 2005. Ia mempertahankan posisi tersebut selama sekitar 21 tahun.

Dalam perjalanannya, Cak Imin sempat menghadapi konflik internal dengan Abdurrahman Wahid. Namun, ia berhasil mengamankan kepemimpinan dan terus terpilih dalam beberapa muktamar partai.

Surya Paloh dan Dominasi di NasDem

Surya Paloh memimpin Partai NasDem sejak berdiri pada 2011. Ia konsisten terpilih dalam tiga kongres partai secara aklamasi.

Di bawah kepemimpinannya, NasDem berkembang menjadi salah satu kekuatan politik nasional. Meski begitu, isu dinamika internal dan pergeseran kader sempat muncul dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara

Prabowo Pimpin Gerindra Lebih dari Satu Dekade

Prabowo Subianto memimpin Partai Gerindra sejak 2014 setelah menggantikan Suhardi. Ia terus memegang kendali partai hingga sekarang.

Prabowo terpilih kembali dalam beberapa kongres, termasuk Kongres Luar Biasa 2025. Kepemimpinannya menguat seiring kemenangan dalam Pilpres 2024.

Yusril Pernah Pimpin PBB 16 Tahun

Yusril Ihza Mahendra juga masuk dalam daftar ketua umum dengan masa jabatan panjang. Ia memimpin Partai Bulan Bintang sejak 1998 hingga 2024.

Yusril akhirnya mundur untuk membuka ruang regenerasi di internal partai, langkah yang jarang terjadi di partai lain.

Pembatasan Masih Jadi Perdebatan

Hingga kini, regulasi belum mengatur batas masa jabatan ketua umum partai politik. Setiap partai memiliki kewenangan penuh menentukan mekanisme kepemimpinan internal.

Perdebatan soal pembatasan jabatan masih terus berlangsung. Sebagian pihak menilai aturan tersebut penting untuk mendorong demokrasi. Namun, pihak lain beranggapan bahwa kedaulatan partai tidak boleh diintervensi.

Di tengah polemik ini, daftar panjang masa jabatan para ketua umum menjadi sorotan publik dan memperkuat dorongan perubahan dalam sistem politik Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah
Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan
MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara
Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek
Prabowo Resmi Naikkan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemhan, Penantian Sejak 2018 Akhirnya Berakhir
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemalang, OTT Bupati Anom Perpanjang Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Baru Menjabat, Bupati Pemalang Kena OTT KPK, LHKPN Ungkap Kekayaan Bersih Capai Rp21,3 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:19 WIB

Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:19 WIB

MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Skandal KPK Melebar! Anggota Polri yang Bertugas di Lembaga Antirasuah Ikut Terseret Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK, Uang Rp2 Miliar Jadi Awal Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek

Berita Terbaru