Ribuan Peserta Magang Nasional Mundur, Kemenaker Ungkap Banyak yang Langsung Dapat Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat ribuan peserta Program Magang Nasional Batch I mengundurkan diri sebelum program selesai. Total sebanyak 4.163 peserta memilih keluar selama periode magang yang berlangsung enam bulan, mulai 20 Oktober 2025 hingga 24 April 2026.

Jumlah Peserta Menyusut Selama Program

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemenaker, Anwar Sanusi, menjelaskan jumlah peserta aktif terus berkurang seiring berjalannya program. Awalnya, program ini menampung 16.112 peserta dari dua gelombang.

Batch 1A diikuti 14.952 lulusan perguruan tinggi, sementara Batch 1B diikuti 1.160 peserta. Namun, jumlah tersebut turun menjadi 11.949 peserta aktif hingga akhir program.

“Selama pelaksanaan, jumlah peserta aktif memang berkurang karena berbagai alasan,” kata Anwar dalam acara penutupan yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenaker.

Diterima Kerja Jadi Alasan Utama

Anwar menyebut banyak peserta keluar karena berhasil mendapatkan pekerjaan tetap. Sebagian peserta memang sudah melamar kerja sebelum mengikuti program magang.

Baca Juga :  BRI Raih Laba Fantastis, Dividen 2026 Menarik

Ketika perusahaan menerima mereka sebagai karyawan, peserta langsung memutuskan keluar dari program.

“Salah satu alasan utama, peserta sudah diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan,” ujar Anwar.

Tingkat Rekrutmen Capai 30 Persen

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan program ini tetap menunjukkan hasil positif. Ia mengungkapkan sekitar 20 hingga 30 persen peserta berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang.

Menurut Yassierli, perusahaan memberikan respons yang baik terhadap kinerja para peserta. Banyak perusahaan menilai peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Ada perusahaan yang sudah merekrut 20 persen, bahkan ada yang mencapai 30 persen. Saat ini kami masih mendata secara keseluruhan,” kata Yassierli.

Perusahaan Terkendala Kondisi Internal

Meski begitu, tidak semua perusahaan langsung merekrut peserta magang. Yassierli mengungkapkan beberapa perusahaan masih menghadapi kendala internal sehingga menunda proses rekrutmen.

Perusahaan sebenarnya menunjukkan minat untuk merekrut, tetapi kondisi bisnis belum memungkinkan.

Baca Juga :  Lowongan Kerja PAMA 2026 Fresh Graduate Engineering Officer Dibuka, Daftar Sebelum 23 April

“Ada perusahaan yang ingin merekrut, tetapi belum bisa karena kondisi internal,” jelasnya.

Jalur ASN Punya Mekanisme Berbeda

Peserta yang menjalani magang di instansi pemerintah tidak bisa langsung direkrut. Mereka harus mengikuti proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Yassierli menegaskan proses tersebut bergantung pada jadwal dan kuota yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian PAN-RB.

“Semua harus mengikuti jadwal pembukaan dan kuota yang ditentukan,” katanya.

Evaluasi Program Jadi Fokus Kemenaker

Kemenaker berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional. Evaluasi ini mencakup efektivitas program dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Program ini tetap menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru.

Dengan tingginya angka peserta yang langsung terserap kerja, Kemenaker menilai program ini memberi dampak positif. Namun, pemerintah juga ingin memastikan kualitas pelaksanaan program semakin meningkat pada batch berikutnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG
Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama
Anindya Bakrie Ingatkan Dunia Usaha Waspada, Cash Flow Jadi Kunci Bertahan di Tekanan Global
Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali
Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026
Mixue Tutup 428 Gerai, Ubah Strategi Ekspansi di Asia Tenggara
Awal Bros Ekspansi ke Medan, Siap Jadi Pusat Kanker dan Stroke Berteknologi Tinggi
Paten Lama BlackBerry Guncang Industri Printer Global, Brother Terancam Gugatan Besar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Ribuan Peserta Magang Nasional Mundur, Kemenaker Ungkap Banyak yang Langsung Dapat Kerja

Senin, 27 April 2026 - 06:00 WIB

KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG

Minggu, 26 April 2026 - 22:00 WIB

Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama

Minggu, 26 April 2026 - 18:00 WIB

Anindya Bakrie Ingatkan Dunia Usaha Waspada, Cash Flow Jadi Kunci Bertahan di Tekanan Global

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali

Berita Terbaru