6 Bulan Gowes ke Sekolah, Guru Honorer di Jakut Akhirnya Dapat Motor

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perjuangan Abdul Azis (45), guru honorer di Jakarta Utara, akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam bulan mengajar dengan sepeda pinjaman, ia kini bisa bernapas lega. Sejumlah relawan menyerahkan satu unit sepeda motor baru kepada Azis pada Rabu (22/4/2026).

Momen haru itu terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 1 Kamal Muara, tempat Azis mengajar. Penyerahan berlangsung sederhana, namun penuh emosi dan rasa syukur.

Penyerahan Motor Usai Awasi Ujian

Azis menerima bantuan tersebut tepat setelah ia menyelesaikan tugas mengawasi ujian siswa kelas enam. Ia keluar dari ruang ujian dan langsung menuju halaman sekolah, tempat relawan telah menyiapkan kejutan.

Sejumlah relawan dari komunitas Gerak Bareng datang membawa sepeda motor yang mereka kumpulkan dari hasil donasi. Mereka menutup kendaraan itu dengan kain berwarna oranye sebelum prosesi penyerahan dimulai.

Para siswa dan guru ikut menyaksikan momen tersebut. Suasana sekolah pun berubah menjadi penuh antusias.

Tangis Haru Saat Kain Dibuka

Relawan kemudian membuka kain penutup di hadapan Azis. Sebuah sepeda motor Honda Genio berwarna krem terlihat sudah dihias pita sebagai simbol penyerahan.

Baca Juga :  Sabina Pevoli Kazakhstan, Disiplin yang Berbuah Sukses

Azis langsung terdiam. Ia tidak mampu menahan rasa haru. Air matanya mengalir saat melihat kendaraan tersebut.

Ia kemudian memeluk salah satu relawan sebagai bentuk rasa terima kasih. Momen itu membuat suasana semakin emosional.

“Alhamdulillah, saya senang sekali. Setelah kurang lebih enam bulan harus gowes, akhirnya ada orang baik yang memberikan motor. Saya benar-benar terharu,” ujar Azis.

Enam Kilometer Setiap Hari dengan Sepeda

Selama enam bulan terakhir, Azis menjalani rutinitas berat. Ia berangkat dari Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat menuju Penjaringan, Jakarta Utara.

Ia menempuh jarak sekitar enam kilometer setiap hari menggunakan sepeda lipat pinjaman dari keluarganya. Ia melakukan itu sejak motornya hilang pada November 2025.

Meski menghadapi keterbatasan, Azis tetap menjalankan tugasnya sebagai guru honorer. Ia tidak pernah mengeluh di hadapan murid-muridnya.

Tetap Antar Anak Sekolah

Tidak hanya mengajar, Azis juga tetap mengurus keluarganya. Ia mengantar anaknya ke sekolah menggunakan sepeda yang sama.

Rutinitas itu ia jalani setiap hari dengan penuh kesabaran. Ia harus membagi tenaga antara pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ayah.

Baca Juga :  Aturan Pembelajaran Ramadan 2026 Resmi Terbit

Kondisi tersebut membuat perjuangannya semakin terasa berat. Namun, ia tetap bertahan demi keluarga dan murid-muridnya.

Bantuan Jadi Titik Balik

Bantuan sepeda motor ini menjadi titik balik bagi kehidupan Azis. Ia kini memiliki alat transportasi yang lebih layak untuk mendukung aktivitasnya.

Dengan kendaraan baru itu, ia berharap bisa menjalankan tugas mengajar dengan lebih optimal. Ia juga ingin lebih mudah mengantar anaknya ke sekolah.

“Mudah-mudahan ini membawa keberkahan untuk kita semua, terutama bagi orang-orang baik yang sudah membantu,” ucapnya.

Soroti Nasib Guru Honorer Lain

Di tengah rasa bahagia, Azis tetap mengingat rekan-rekannya sesama guru honorer. Ia menyadari masih banyak guru lain yang menghadapi kondisi serupa.

Ia berharap perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer semakin meningkat. Menurutnya, para guru membutuhkan dukungan agar bisa mengajar dengan lebih baik.

Kisah Azis menjadi gambaran nyata perjuangan guru honorer di Indonesia. Di balik keterbatasan, mereka tetap menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIB

6 Bulan Gowes ke Sekolah, Guru Honorer di Jakut Akhirnya Dapat Motor

Berita Terbaru