Biaya Kesehatan Rp175 Triliun Masih Ditanggung Warga, OJK Dorong Asuransi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masyarakat Indonesia masih menanggung besar biaya kesehatan secara mandiri. Nilainya mencapai Rp175 triliun atau sekitar 28,8 persen dari total belanja kesehatan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan angka tersebut menunjukkan perlindungan asuransi kesehatan belum merata. Banyak masyarakat belum memanfaatkan layanan seperti BPJS Kesehatan maupun asuransi komersial.

“Porsi masyarakat yang masih membayar sendiri biaya kesehatan mencapai 28,8 persen. Nilainya sekitar Rp175 triliun. Kami ingin menurunkan angka ini,” ujar Ogi di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  Eropa Kurangi Impor CPO, Gapki Pastikan Dampaknya Tak Ancam Ekspor Sawit RI

Ogi menjelaskan, kontribusi asuransi kesehatan komersial terhadap total belanja kesehatan nasional masih rendah, yakni sekitar 5 persen. OJK bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus meningkatkan daya tarik produk asuransi melalui perbaikan manfaat dan efisiensi layanan.

Menurut dia, masyarakat mempertimbangkan keuntungan, kemudahan proses, dan kualitas layanan sebelum membeli produk asuransi. Karena itu, OJK mendorong perbaikan sistem agar asuransi kesehatan lebih mudah diakses dan memberi manfaat nyata.

Baca Juga :  Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI

Selain sektor kesehatan, OJK juga mengembangkan skema perlindungan asuransi untuk program pembangunan perumahan. Program pembangunan 3 juta rumah memerlukan perlindungan risiko jangka panjang, termasuk risiko kematian debitur, bencana alam, hingga kebakaran.

Ogi menyebut OJK tengah membahas skema pembiayaan premi. Pemerintah berpeluang memberi subsidi atau menerapkan skema pembiayaan campuran (blended finance) dalam program perumahan rakyat.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas perlindungan masyarakat sekaligus menekan beban biaya yang selama ini ditanggung secara mandiri.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat
Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat
Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bukan Sekadar Pendidikan Agama, Mahyeldi Ingin Pesantren Gerakkan Ekonomi Sumatera Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Produksi CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton, Wagub Mian Bidik DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Berita Terbaru

Oplus_0

Pesisir Selatan

Kominfo Merangin Intip Rahasia Digital Pessel, Indeks SPBE Tembus 4,63

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:44 WIB

Oplus_0

Dharmasraya

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Kamis, 29 Okt 2026 - 06:56 WIB