Gelombang PHK 2026 Capai 8.389 Orang, Jabar Penyumbang Terbesar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 8.389 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Maret 2026. Data ini berasal dari peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Kemnaker merilis data tersebut melalui laporan Satu Data Ketenagakerjaan. Dalam laporan itu, pemerintah menegaskan jumlah PHK masih terjadi di berbagai daerah.

Pada Januari 2026, perusahaan mem-PHK 4.590 pekerja. Angka itu turun menjadi 3.273 orang pada Februari. Tren penurunan berlanjut pada Maret dengan 526 kasus PHK.

Baca Juga :  Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Jawa Barat mencatat jumlah PHK tertinggi. Provinsi ini menyumbang sekitar 20,51% dari total kasus nasional. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan di Jawa Barat mencapai 1.721 orang.

Kalimantan Selatan menempati posisi kedua dengan 1.071 orang. Disusul Kalimantan Timur sebanyak 915 orang.

Banten berada di posisi keempat dengan 707 orang. Jawa Timur melengkapi lima besar dengan 649 pekerja terkena PHK.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp17.300 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Dominan

Pemerintah terus memantau perkembangan ini. Kemnaker juga mengoptimalkan program JKP untuk membantu pekerja yang terdampak.

Daftar 5 Provinsi dengan PHK Terbanyak:

1. Jawa Barat: 1.721 orang

2. Kalimantan Selatan: 1.071 orang

3. Kalimantan Timur: 915 orang

4. Banten: 707 orang

5. Jawa Timur: 649 orang

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru