Beli LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari, Solusi Tepat atau Risiko Baru?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Wacana penggunaan sidik jari atau pemindaian retina untuk pembelian LPG 3 kg kembali mencuat. Usulan ini muncul untuk memperketat distribusi agar subsidi gas elpiji tepat sasaran dan sampai ke kelompok yang berhak.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendorong penggunaan teknologi biometrik untuk menutup celah penyalahgunaan subsidi. Ia menilai sistem verifikasi berbasis identitas digital mampu memperbaiki distribusi yang selama ini belum berjalan optimal.

Praktisi migas, Hadi Ismoyo, menilai penerapan biometrik bisa berjalan efektif jika pemerintah menyiapkan sistem dengan matang. Ia menegaskan bahwa teknologi sidik jari dan retina sudah banyak digunakan, termasuk di sektor perbankan global.

“Kalau sistemnya siap, pemerintah bisa langsung menjalankan dan menguji coba di wilayah terbatas,” ujar Hadi.

Baca Juga :  Rupiah 15 Mei 2026 Stabil di Rp17 Ribuan, Ini Dampaknya ke Transportasi, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Hadi juga mendorong pemerintah menggabungkan biometrik dengan teknologi lain, seperti GPS atau RFID, untuk memantau distribusi LPG secara real-time. Ia menambahkan bahwa pembatasan kuota serta penegakan hukum di level distribusi perlu diperkuat agar kebocoran dapat ditekan.

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai biometrik mampu memperkuat verifikasi penerima subsidi. Teknologi ini mampu mencegah penyalahgunaan identitas dalam transaksi pembelian LPG.

“Biometrik memperkuat verifikasi di titik transaksi dan menutup celah penyalahgunaan identitas,” kata Syafruddin.

Syafruddin menegaskan bahwa pemerintah harus mengintegrasikan biometrik dengan sistem data penerima dan distribusi yang rapi. Tanpa integrasi yang baik, teknologi ini tidak akan berjalan efektif.

Baca Juga :  Usai DPR Ketok Palu UU PPSK, BI Ungkap Langkah Besar yang Segera Dijalankan

Ia juga menyoroti risiko teknis dan biaya yang tinggi. Pemerintah perlu menyiapkan investasi besar untuk perangkat, pelatihan, sistem keamanan data, dan operasional di jutaan titik distribusi.

Syafruddin menyarankan pemerintah melakukan uji coba selama sekitar enam bulan di wilayah tertentu. Ia menilai uji coba itu penting untuk memastikan sistem berjalan stabil dan tidak mengganggu pasokan LPG di masyarakat.

“Pemerintah perlu memanfaatkan biometrik sebagai penguat di daerah rawan kebocoran, bukan menerapkannya secara nasional sekaligus,” ujarnya.

Wacana penggunaan sidik jari untuk pembelian LPG 3 kg masih memerlukan kajian mendalam. Pemerintah perlu memastikan sistem berjalan efektif, efisien, dan tidak menimbulkan masalah baru di lapangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru