Pemerintah Pangkas MBG Jadi 5 Hari, Hemat Rp 20 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mengefisienkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah memangkas penyaluran MBG menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah ini muncul di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan tersebut. Ia menegaskan pemerintah tetap mengoptimalkan program MBG. Pemerintah menargetkan penyediaan makanan segar bagi pelajar selama lima hari sekolah.

“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG dengan penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menegaskan pemerintah tetap memberi pengecualian. Pemerintah menyesuaikan penyaluran di wilayah 3T, asrama, dan daerah dengan angka stunting tinggi. Kebijakan ini menyesuaikan kondisi lapangan.

Baca Juga :  Tol Jambi–Betung Pangkas Perjalanan ke Jakarta

Ia menyebut kebijakan ini menghasilkan penghematan anggaran. Pemerintah memperkirakan efisiensi mencapai Rp 20 triliun.

“Tetap memperhatikan pengecualian seperti asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi. Potensi penghematan mencapai Rp 20 triliun,” katanya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan penyaluran MBG mengikuti kehadiran siswa. Sistem sekolah menentukan jadwal distribusi.

“Jika sekolah lima hari, maka MBG diberikan lima hari. Jika sekolah enam hari, maka penyaluran tetap enam hari,” jelasnya, dikutip dari Antara, Jumat (27/3).

Baca Juga :  PP Nomor 9 Tahun 2026 Atur Dua Penghasilan Tambahan Pensiunan Lewat Taspen

Pemerintah juga menjalankan langkah efisiensi lain. Pemerintah mendorong penghematan di berbagai sektor. Selain, itu, pemerintah juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha mendukung kebijakan ini.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif serta mendukung efisiensi dan budaya kerja ini,” ujar Airlangga.

Langkah ini menjaga stabilitas fiskal. Pemerintah juga menghadapi tantangan ekonomi global yang masih bergejolak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:12 WIB

Surplus Ayam dan Telur RI Makin Besar, Pemerintah Kejar Pasar Arab Saudi dan China untuk Dongkrak Ekspor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Berita Terbaru