Utang Negara Naik, Ekonomi Diselamatkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai 40,5%. Selain itu, pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2,92% terhadap PDB.

Purbaya menyampaikan pernyataan tersebut di kawasan The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB harga berlaku Indonesia pada 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun. Dengan angka itu, total utang pemerintah mencapai sekitar Rp9.647,5 triliun.

Utang Dinilai Jadi Langkah Penyelamatan Ekonomi

Sementara itu, Purbaya tidak menyangkal besaran utang tersebut. Ia menegaskan pembiayaan melalui utang pada 2025 menjadi langkah yang tidak bisa dihindari untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Indonesia Raja Layar HP di Asia Tenggara

Menurut Purbaya, pemerintah menghadapi dua pilihan sulit. Pemerintah bisa membiarkan ekonomi mengalami tekanan berat seperti krisis 1998. Sebaliknya, pemerintah bisa menambah pembiayaan melalui utang untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Di sisi lain, kebijakan tersebut membantu meredam dampak perlambatan ekonomi. Perlambatan ekonomi sebelumnya memicu demonstrasi pada Agustus hingga September 2025.

Perbandingan dengan Posisi Utang 2024

Namun demikian, perbandingan langsung dengan posisi utang 2024 tidak sepenuhnya setara. Pada masa kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan tidak lagi merilis data utang secara rutin melalui Buku APBN Kinerja dan Fakta bulanan.

Meski begitu, dalam rapat paripurna DPR terkait RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2024 pada Juli 2025, Sri Mulyani menyebut total kewajiban pemerintah mencapai Rp10.269 triliun. Angka tersebut mencakup utang jangka pendek dan jangka panjang.

Baca Juga :  Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK Usai Lebaran di Rumah

Posisi Aset dan Ekuitas Negara

Selain mencatat kewajiban, pemerintah juga melaporkan posisi aset negara. Pada akhir 2024, pemerintah mencatat total aset negara sebesar Rp13.692,4 triliun.

Dengan kondisi itu, pemerintah mencatat ekuitas sebesar Rp3.424,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan selisih antara total aset dan kewajiban pemerintah.

Saat itu, Sri Mulyani menilai kekayaan bersih negara masih berada dalam kondisi kuat. Ia juga menegaskan kapasitas fiskal pemerintah tetap mampu menopang kebutuhan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Kemendagri Minta e-KTP Tak Lagi Difotokopi, Dorong Layanan Lebih Praktis dan Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru

Oplus_0

Bengkulu

Bengkulu Dorong Ekonomi Berbasis Data dan Kolaborasi Usaha

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:00 WIB

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB