Yield Dividen MSCI Indonesia 5,79%, Ungguli Bursa Negara Berkembang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pasar saham Indonesia mencatatkan daya tarik baru dari sisi dividen. Indeks MSCI Indonesia membukukan dividend yield sebesar 5,79% per 31 Maret 2026, jauh di atas rata-rata bursa negara berkembang dan global.

Data MSCI Index Factsheet menunjukkan, MSCI Emerging Markets hanya menawarkan yield 2,32%, sedangkan MSCI ACWI IMI berada di level 1,79%. Selisih ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan imbal hasil dividen tertinggi di kawasan.

Kondisi ini muncul seiring tekanan harga saham konstituen MSCI Indonesia yang turun 20,45% sepanjang 2026. Koreksi tersebut justru mendorong kenaikan persentase dividend yield secara matematis.

Selain itu, valuasi pasar saham Indonesia juga semakin murah. Forward Price to Earnings (P/E) tercatat di level 10,55 kali, lebih rendah dibanding rata-rata emerging markets yang mencapai 11,52 kali.

Baca Juga :  Saham BBNI 4 Mei 2026 Stagnan di Rp3.600-an, Investor Tunggu Sinyal Kenaikan

Analis pasar juga mencatat tren positif dari sisi pembagian dividen. Banyak emiten meningkatkan dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Data Stockbit dari sejumlah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menunjukkan emiten lebih agresif membagikan laba kepada pemegang saham. Kondisi ini berbeda dengan tahun buku 2024 yang cenderung lebih konservatif.

“Emiten cenderung menaikkan dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 dibanding tahun sebelumnya,” tulis laporan Stockbit.

Sejumlah emiten besar sudah menetapkan pembagian dividen usai RUPST. Langkah ini memperkuat sentimen positif di pasar, terutama bagi investor yang mengejar pendapatan pasif.

Baca Juga :  BEI Rilis Status Free Float Emiten, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sorotan Pasar

Memasuki akhir April 2026, pasar masih menanti keputusan dividen dari sejumlah emiten besar. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dijadwalkan menggelar RUPST lebih awal.

Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan mengumumkan keputusan dividen pada 23 April 2026.

Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati peluang dari sektor saham berdividen tinggi di tengah volatilitas pasar global.

Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan investasi berada di tangan pembaca.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global
IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis
Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar
Kekayaan Prajogo Pangestu Turun Tajam 2026, Posisi Orang Terkaya RI Bergeser di Tengah Tekanan Saham Grup Barito
IHSG 14 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Aksi Jual Big Cap Bayangi Pasar
Laba Perdana Jadi Momentum, GOTO Siapkan Aksi Buyback Jumbo Rp3,5 Triliun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WIB

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:00 WIB

IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 08:00 WIB

IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:00 WIB

Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB