JAKARTA – Pasar saham Indonesia mencatatkan daya tarik baru dari sisi dividen. Indeks MSCI Indonesia membukukan dividend yield sebesar 5,79% per 31 Maret 2026, jauh di atas rata-rata bursa negara berkembang dan global.
Data MSCI Index Factsheet menunjukkan, MSCI Emerging Markets hanya menawarkan yield 2,32%, sedangkan MSCI ACWI IMI berada di level 1,79%. Selisih ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan imbal hasil dividen tertinggi di kawasan.
Kondisi ini muncul seiring tekanan harga saham konstituen MSCI Indonesia yang turun 20,45% sepanjang 2026. Koreksi tersebut justru mendorong kenaikan persentase dividend yield secara matematis.
Selain itu, valuasi pasar saham Indonesia juga semakin murah. Forward Price to Earnings (P/E) tercatat di level 10,55 kali, lebih rendah dibanding rata-rata emerging markets yang mencapai 11,52 kali.
Analis pasar juga mencatat tren positif dari sisi pembagian dividen. Banyak emiten meningkatkan dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Data Stockbit dari sejumlah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menunjukkan emiten lebih agresif membagikan laba kepada pemegang saham. Kondisi ini berbeda dengan tahun buku 2024 yang cenderung lebih konservatif.
“Emiten cenderung menaikkan dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 dibanding tahun sebelumnya,” tulis laporan Stockbit.
Sejumlah emiten besar sudah menetapkan pembagian dividen usai RUPST. Langkah ini memperkuat sentimen positif di pasar, terutama bagi investor yang mengejar pendapatan pasif.
Memasuki akhir April 2026, pasar masih menanti keputusan dividen dari sejumlah emiten besar. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dijadwalkan menggelar RUPST lebih awal.
Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan mengumumkan keputusan dividen pada 23 April 2026.
Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati peluang dari sektor saham berdividen tinggi di tengah volatilitas pasar global.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan investasi berada di tangan pembaca.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









