Uji Coba B50 Tembus 40.000 Km, Mesin Aman dan Emisi Lebih Bersih

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengembangan bahan bakar biodiesel B50. Hasil uji coba terbaru menunjukkan performa mesin kendaraan tetap stabil meski menggunakan campuran 50% minyak sawit.

Jarak Tempuh 40 Ribu Kilometer

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan tim teknis telah menguji B50 hingga jarak tempuh 40.000 kilometer. Ia memastikan tidak ada kendala teknis selama pengujian berlangsung.

“Tim mencatat hasilnya sesuai target. Mesin tetap bekerja normal tanpa gangguan,” ujar Eniya di Lembang, Selasa (21/4/2026).

Sulfur Turun, Emisi Lebih Bersih

Penggunaan B50 mampu menekan kandungan sulfur hingga sekitar 50%. Angka ini mendekati standar emisi Euro-4, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan solar konvensional.

Selain itu, tim juga mencatat kandungan air hanya 208,81 ppm. Nilai tersebut jauh di bawah ambang batas maksimal 300 ppm. Kondisi ini membantu menjaga performa mesin tetap optimal.

Baca Juga :  Kilang China Aman! Minyak Iran Mengalir di Laut Meski AS Blokade Selat Hormuz

Eniya menegaskan tidak ada kebutuhan penggantian filter selama uji jalan berlangsung. Temuan ini menunjukkan kualitas bahan bakar cukup stabil.

Libatkan Merek Global

Pengujian melibatkan sembilan unit kendaraan dari berbagai pabrikan, termasuk Mercedes-Benz dan UD Trucks. Tim juga memantau konsumsi bahan bakar selama pengujian.

Hasilnya, konsumsi BBM tetap efisien dan sesuai spesifikasi pabrikan. Dalam beberapa kasus, angka konsumsi bahkan sedikit lebih baik.

Kualitas Bahan Bakar Meningkat

Tim mencatat penurunan kadar monogliserida menjadi maksimal 0,47%. Selain itu, stabilitas oksidasi meningkat hingga minimal 900 menit. Peningkatan ini membuat B50 lebih tahan selama penyimpanan dan penggunaan.

Uji Lintas Sektor hingga Kereta Api

Kementerian ESDM menguji B50 tidak hanya di sektor otomotif. Program ini juga menjangkau sektor pertambangan, pertanian, kelautan, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian.

Baca Juga :  RI Masih Impor 50% Bensin, Pasokan Ternyata dari Asia Tenggara

Uji coba kereta api akan segera berjalan dengan rute Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Pasar Senen.

Target Berlaku Juli 2026

Pemerintah menargetkan implementasi mandatori B50 mulai Juli 2026. Masa transisi dari B40 ke B50 berlangsung sekitar tiga bulan.

Pada tahap awal, pemerintah akan menyelesaikan pengujian sektor otomotif, tambang, dan maritim. Sektor lain akan menyusul hingga akhir 2026.

Program ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Selain itu, penggunaan B50 juga dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2.

Dengan hasil uji yang positif, pemerintah semakin yakin mendorong B50 sebagai bahan bakar masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi
RI Gandeng Rusia Pasok Minyak dan LPG, Strategi Baru Perkuat Ketahanan Energi
Bahlil: Harga LPG 12 Kg Naik Wajar, Hanya untuk Konsumen Mampu
RI Masih Impor 50% Bensin, Pasokan Ternyata dari Asia Tenggara
PLN Diskon 50% Tambah Daya Listrik April 2026, Ini Syarat dan Cara Klaimnya
Kilang China Aman! Minyak Iran Mengalir di Laut Meski AS Blokade Selat Hormuz
Mandatori E10 2028: SPBU Swasta Wajib Gunakan Etanol Lokal, Ini Rencana Pemerintah
Lotte Chemical Minta Bea Masuk LPG Dihapus, Ini Dampaknya bagi Industri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi

Rabu, 22 April 2026 - 08:37 WIB

Uji Coba B50 Tembus 40.000 Km, Mesin Aman dan Emisi Lebih Bersih

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

RI Gandeng Rusia Pasok Minyak dan LPG, Strategi Baru Perkuat Ketahanan Energi

Selasa, 21 April 2026 - 12:00 WIB

Bahlil: Harga LPG 12 Kg Naik Wajar, Hanya untuk Konsumen Mampu

Selasa, 21 April 2026 - 07:00 WIB

RI Masih Impor 50% Bensin, Pasokan Ternyata dari Asia Tenggara

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB