Sri Lanka Gelontorkan Rp 5,4 Triliun Subsidi, Warga Terdampak Krisis Energi Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sri Lanka menyalurkan paket bantuan besar untuk menghadapi krisis energi. Pemerintah menggelontorkan dana sebesar 320 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Pemerintah mengumumkan kebijakan ini pada Selasa (7/4/2026). Bantuan menyasar petani, nelayan, dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, menyebut paket ini sebagai bantuan terbesar dalam sejarah negara tersebut. Ia menyebut nilai bantuan mencapai 100 miliar rupee untuk tiga bulan.

Pemerintah menyalurkan hibah tunai langsung ke rekening masyarakat terdampak. Nelayan dan petani padi serta teh menjadi prioritas utama penerima bantuan.

Baca Juga :  Bahlil: Harga LPG 12 Kg Naik Wajar, Hanya untuk Konsumen Mampu

Pemerintah juga memberi tambahan bantuan tunai untuk masyarakat miskin. Sekitar 25 persen dari total populasi Sri Lanka masuk dalam kategori tersebut.

Pemerintah menambah bantuan sebesar 25 dolar AS atau sekitar Rp 427 ribu per bulan. Pemerintah juga menanggung sebagian biaya tagihan listrik masyarakat.

Untuk sektor perikanan, pemerintah memberi subsidi bahan bakar. Nelayan dengan perahu kecil menerima subsidi hingga 300 dolar AS per bulan. Operator perahu besar memperoleh sekitar 483 dolar AS per bulan selama tiga bulan.

Baca Juga :  Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global

Di sektor pertanian, pemerintah menanggung sekitar 30 persen biaya pupuk urea. Pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan untuk biaya pembangkitan listrik hingga 15 miliar rupee atau sekitar Rp 819 miliar.

Kebijakan ini muncul untuk mencegah krisis seperti pada 2022. Saat itu, Sri Lanka mengalami inflasi hingga 70 persen karena pemerintah mencetak uang untuk subsidi.

Sri Lanka masih menjalankan program bantuan dari IMF. Negara ini menerima pinjaman 2,9 miliar dolar AS pada 2023 untuk masa empat tahun.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik
Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk
Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia
Dari Klub Kasta Empat ke Liga Champions, Como 1907 Disulap Pengusaha Indonesia Jadi Ikon Wisata Elite Italia
Ledakan K-Pop Animasi! KPop Demon Hunters Kuasai AMA 2026, “Golden” Sapu Bersih Piala Dunia Musik
Korsel Buka Bebas Visa untuk WNI, Liburan ke Negeri Ginseng Kini Lebih Mudah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:01 WIB