JAKARTA – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Emiten pelayaran ini membukukan laba bersih sebesar Rp 885,7 miliar, dan perusahaan mencatat kenaikan 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp 13,61 triliun, dan perusahaan menaikkan pendapatan sebesar 8,72 persen dari Rp 12,53 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan kinerja bisnis yang tetap stabil di tengah kondisi global.
Direktur Utama SMDR, Bani Mulia, menyebut capaian tersebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah perusahaan. Ia menyatakan bahwa pendapatan 2025 menjadi yang tertinggi kedua setelah rekor pada 2022.
“Laba bersih dan pendapatan relatif stabil dan cukup baik sepanjang 2025,” kata Bani, Senin (30/3/2026).
Meski laba meningkat, SMDR mencatat penurunan laba usaha sebesar 3 persen. Penurunan ini terjadi karena turunnya freight rate di tengah perang dagang, terutama pada paruh kedua 2025.
Perusahaan juga mencatat arus kas sebesar Rp 5,39 triliun, dan angka ini turun dari Rp 5,66 triliun pada 2024. Di sisi lain, perusahaan menaikkan total aset menjadi Rp 24,22 triliun, dan perusahaan juga meningkatkan ekuitas sebesar 6 persen menjadi Rp 13,14 triliun.
SMDR menyiapkan strategi ekspansi untuk 2026. Perusahaan akan memperluas jaringan ke Asia dan Amerika Selatan, termasuk rute baru ke Jepang, Korea Selatan, Argentina, dan Brasil.
Selain ekspansi, perusahaan juga menjalankan efisiensi operasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan margin laba di tengah tantangan global.
SMDR menargetkan kinerja 2026 tetap tumbuh. Perusahaan mengandalkan potensi kenaikan freight rate, menjaga permintaan tetap stabil, dan mengoptimalkan operasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









