JAKARTA – Pasar saham Indonesia mencatat arus dana asing yang cukup besar pada awal pekan. Selain itu, investor global meningkatkan pembelian pada sejumlah saham unggulan. Mereka terutama membidik sektor perbankan dan komoditas.
Pada perdagangan Senin (23/2/2026), investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp1,142 triliun di pasar saham domestik.
Arus Dana Asing Menguat
Data perdagangan menunjukkan investor asing membeli saham senilai Rp6,832 triliun. Sementara itu, investor asing menjual saham sebesar Rp5,689 triliun. Dengan demikian, aktivitas tersebut menghasilkan pembelian bersih lebih dari satu triliun rupiah.
Di sisi lain, pelaku pasar mencatat total nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp12,521 triliun. Selanjutnya, investor asing mengalirkan dana ke saham sektor perbankan dan pertambangan. Kedua sektor ini mendorong penguatan pasar.
Saham Bank Jadi Incaran
Pertama, investor asing menempatkan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebagai target utama pembelian. Mereka memborong saham bank ini hingga Rp393,5 miliar.
Kemudian, investor asing juga memborong saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai Rp330,6 miliar.
Selain itu, investor asing ikut mengoleksi saham PT Solusi Usaha Pangan Indonesia Tbk (SUPA) dengan nilai pembelian bersih Rp139,6 miliar.
Saham Tambang Turut Dilirik
Tidak hanya sektor perbankan, investor asing juga melirik saham tambang. Mereka meningkatkan pembelian pada saham berbasis komoditas.
Investor asing membeli saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga Rp133,6 miliar.
Selain itu, investor asing juga mengoleksi saham PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp100,4 miliar.
IHSG Melonjak Tajam
Sejalan dengan arus dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan.
IHSG naik 1,50% atau bertambah 124,31 poin hingga mencapai 8.396,08 pada penutupan sesi kedua.
Capaian ini menjadi salah satu level tertinggi setelah pasar sempat mengalami tekanan. Saat itu, sentimen global terkait indeks MSCI mengguncang pasar modal domestik.
Mayoritas Saham Menguat
Pergerakan saham menunjukkan dominasi penguatan di Bursa. Sebanyak 468 saham mencatat kenaikan, sementara 206 saham mengalami penurunan dan 142 saham bergerak stagnan.
Selain itu, aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Pelaku pasar mencatat nilai transaksi sebesar Rp24,15 triliun dengan volume 49,54 miliar saham.
Transaksi tersebut berlangsung dalam 3,04 juta kali perdagangan. Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia kembali mencapai sekitar Rp15.000 triliun.
Berdasarkan data Refinitiv, seluruh sektor saham bergerak di zona hijau. Sektor perbankan menjadi penopang utama penguatan pasar pada perdagangan hari itu.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









