Presiden Prabowo Undang Mantan Menlu Bahas Isu Geopolitik di Istana
Pertemuan Fokus pada Situasi Geopolitik
Jakarta –
Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri Luar Negeri ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2). Mereka berkumpul untuk membahas situasi geopolitik global terkini.
Wakil Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir menyampaikan bahwa pertemuan itu dihadiri mantan Menlu, wakil Menlu, akademisi, dan sejumlah think tank.
“Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, wakil Menlu, serta tokoh-tokoh think tank untuk berdiskusi,” ujar Armanatha.
Tokoh Diplomasi Hadir Lengkap
Pantauan wartawan menunjukkan bahwa Retno Marsudi, Menlu pada era Presiden Jokowi, hadir pertama. Tak lama kemudian, Marty Natalegawa, Menlu era Presiden SBY, datang ke Istana.
Marty mengaku belum mengetahui topik pembahasan secara rinci. Ia datang hanya untuk memenuhi undangan pada pukul 15.00 WIB.
Selanjutnya, beberapa akademisi dan pakar kebijakan luar negeri hadir, termasuk Ikrar Nusa Bakti, pendiri CSIS Jusuf Wannandi, peneliti senior CSIS Philips Vermonte, dan mantan Wakil Menlu sekaligus pendiri FPCI Dino Patti Djalal. Kehadiran mereka menambah perspektif yang beragam dalam diskusi.
Anggota DPR Ikut Turut Serta
Beberapa anggota Komisi I DPR juga hadir, antara lain Nurul Arifin, Sukamta, Dave Laksono, dan Farah Puteri Nahlia. Kehadiran mereka memperkaya pembahasan dari sisi politik domestik.
Lanjutan Dialog Politik dan Diplomasi
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo menerima pimpinan ormas Islam di Istana pada Selasa (3/2). Para peserta membahas keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Kedamaian (Board of Peace) yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump.
Presiden Prabowo memanfaatkan pertemuan ini untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri Indonesia dengan dinamika internasional.