Indonesia Juara Konsumsi Mikroplastik

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Tanpa disadari, masyarakat Indonesia mengonsumsi mikroplastik setiap hari. Bahkan, studi terbaru menempatkan Indonesia sebagai negara dengan konsumsi partikel plastik berukuran sangat kecil tertinggi di dunia, mengalahkan negara lain di Asia Tenggara maupun global.

Mikroplastik adalah fragmen plastik kurang dari 5 milimeter yang masuk ke tubuh manusia. Paparan zat ini menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk gangguan pernapasan, radang usus, serangan jantung, dan beberapa jenis kanker. Berdasarkan penelitian, rata-rata penduduk Indonesia menelan sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan, sementara Malaysia dan Filipina menempati posisi berikutnya.

Berikut lima sumber utama mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari, menurut penelitian American Chemical Society dan laporan Euro News:

Baca Juga :  Honda Brio 2026 Tampil Lebih Modern dan Nyaman

Talenan plastik – Setiap tahun, talenan plastik melepaskan puluhan juta partikel mikroplastik ke makanan. Sebagai alternatif, gunakan talenan kaca atau serat kertas yang tahan lama.

Teh celup – Banyak kantong teh mengandung plastik polipropilen. Ketika diseduh dengan air panas, kantong teh melepaskan jutaan mikroplastik. Oleh karena itu, gunakan kantong teh katun atau saring melalui linen organik.

Wadah es batu plastik – Plastik pembuat es batu melepaskan mikroplastik ke air. Sebagai solusi, pilih wadah stainless steel atau silikon yang lebih aman dan berkelanjutan.

Baca Juga :  RI Sepakati Impor Migas dari AS

Wadah makanan microwave – Plastik aman microwave melepaskan mikroplastik saat dipanaskan. Maka dari itu, hindari produk berbahan ftalat, stirena, atau bisfenol, dan pilih wadah logam atau kaca.

Gelas kertas – Gelas kertas untuk minuman panas mengandung bahan kimia seperti fluorida dan nitrat. Sebagai gantinya, gunakan gelas kedap udara atau tahan karat yang bisa dipakai ulang.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi risiko kesehatan jangka panjang dengan memilih peralatan dapur dan minuman yang aman serta ramah lingkungan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru