MoraRepublic Resmi Berdiri, Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri telekomunikasi Indonesia mencatat babak baru setelah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) resmi berdiri dengan nama MoraRepublic. Perusahaan ini hadir sebagai hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik. Entitas baru ini langsung menegaskan ambisinya untuk memperkuat infrastruktur digital nasional, khususnya pada layanan fiber to the home (FTTH) dan jaringan tulang punggung serat optik.

Penggabungan Dua Kekuatan Telekomunikasi

MoraRepublic lahir dari konsolidasi dua pemain besar di sektor jaringan telekomunikasi. Moratelindo selama ini dikenal sebagai penyedia akses jaringan (NAP) dan layanan internet (ISP) dengan pengalaman panjang sejak tahun 2000. Sementara itu, Eka Mas Republik melalui MyRepublic Indonesia fokus pada layanan internet rumah berbasis FTTH dengan basis pelanggan ritel yang besar.

Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), induk usaha dari MoraRepublic, mendorong proses penggabungan ini untuk memperkuat posisi grup Sinar Mas di sektor infrastruktur digital. Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, menegaskan perusahaan ingin membangun fondasi digital yang lebih kuat dan kompetitif di Indonesia.

Baca Juga :  900 MHz Lebih Efisien Jika Dilelang Bareng 700 MHz dan 2,6 GHz

“Kami ingin MoraRepublic menjadi motor utama penguatan infrastruktur digital nasional,” kata Krisnan.

Perluasan Jaringan dan Layanan FTTH

MoraRepublic langsung menetapkan fokus utama pada perluasan jaringan fiber optik dan peningkatan kualitas layanan internet. Perusahaan menargetkan ekspansi jaringan hingga menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, termasuk kawasan non-perkotaan yang masih minim akses internet berkualitas.

Komisaris Utama Independen MoraRepublic, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa perusahaan akan mempercepat pembangunan jaringan dengan tata kelola yang lebih disiplin. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap langkah ekspansi.

“Kami menyatukan dua kekuatan besar untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas masyarakat Indonesia,” ujar Arsjad.

Kapasitas Jaringan Skala Nasional

Sebelum merger, Moratelindo mengoperasikan jaringan serat optik lebih dari 57.000 kilometer. Perusahaan ini juga mengelola enam pusat data dengan kapasitas 3,3 megawatt serta melayani ratusan ribu pelanggan ritel dan jutaan homepass di seluruh Indonesia.

Sementara itu, MyRepublic Indonesia mencatat lebih dari 1,5 juta pelanggan ritel dengan layanan internet berkecepatan hingga 1 Gbps. Perusahaan ini juga mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 58.000 kilometer dengan jangkauan homepass mencapai lebih dari 8 juta titik.

Baca Juga :  BRIN Dorong Indonesia Mandiri di Industri Satelit

Kombinasi dua infrastruktur besar ini membuat MoraRepublic langsung masuk dalam jajaran pemain utama layanan internet berbasis fiber di Indonesia.

Strategi Pertumbuhan dan Target Industri

MoraRepublic menargetkan pertumbuhan agresif di sektor broadband rumah dan layanan korporasi. Perusahaan juga berfokus memperkuat layanan data center dan backbone nasional untuk mendukung kebutuhan transformasi digital yang terus meningkat.

Manajemen menilai permintaan internet berkecepatan tinggi akan terus naik seiring pertumbuhan ekonomi digital, layanan cloud, dan kebutuhan streaming. Oleh karena itu, MoraRepublic mempercepat integrasi jaringan dan layanan agar mampu bersaing di pasar yang semakin padat.

Dampak ke Industri Telekomunikasi

Penggabungan ini mendorong konsolidasi lebih lanjut di industri telekomunikasi Indonesia. Pelaku pasar melihat langkah ini sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing terhadap pemain global.

Dengan skala infrastruktur yang besar dan dukungan grup usaha kuat, MoraRepublic berpotensi menjadi salah satu penggerak utama transformasi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Honor Pad X8b Rilis di Indonesia, Tablet Tipis Baterai 10.100 mAh dan Fitur Anak
Polemik Kuota Internet Hangus di MK, Pakar Tekankan Transparansi dan Keadilan
Petugas Kebersihan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan 30 Liter per Hari
Ancaman AI Mythos Guncang Bank Dunia, Eropa Perketat Keamanan Siber
Robot Chery AiMOGA Sudah Dipakai di 30 Negara, Ini Kemampuannya
Huawei Pura 90 Pro Max Rilis, Kamera 200MP Periskop dan AI Canggih Jadi Andalan
Paten Lama BlackBerry Guncang Industri Printer Global, Brother Terancam Gugatan Besar
Tim Cook Mundur, John Ternus Resmi Jadi CEO Baru Apple
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

MoraRepublic Resmi Berdiri, Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia

Minggu, 26 April 2026 - 23:00 WIB

Honor Pad X8b Rilis di Indonesia, Tablet Tipis Baterai 10.100 mAh dan Fitur Anak

Minggu, 26 April 2026 - 04:00 WIB

Polemik Kuota Internet Hangus di MK, Pakar Tekankan Transparansi dan Keadilan

Sabtu, 25 April 2026 - 15:00 WIB

Petugas Kebersihan Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan 30 Liter per Hari

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Ancaman AI Mythos Guncang Bank Dunia, Eropa Perketat Keamanan Siber

Berita Terbaru