JAKARTA – PT Freeport Indonesia mencatat penurunan kinerja sepanjang 2025. Perusahaan ini menghadapi tekanan dari turunnya penjualan emas dan tembaga.
Freeport membukukan laba bersih sebesar US$2,52 miliar. Nilainya setara Rp42,07 triliun. Angka ini turun 38,85% dari US$4,13 miliar pada 2024.
Freeport mencatat pendapatan sebesar US$8,62 miliar. Nilainya setara Rp143,9 triliun. Angka ini turun dari US$10,31 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan terjadi pada dua komoditas utama. Pendapatan dari emas konsentrat turun menjadi US$1,81 miliar. Sebelumnya mencapai US$2,21 miliar.
Freeport mencatat penurunan pada emas olahan. Nilainya turun menjadi US$1,68 miliar. Sebelumnya mencapai US$2,02 miliar.
Kinerja tembaga ikut tertekan. Penurunan ini memengaruhi total pendapatan perusahaan.
Kondisi ini mencerminkan tekanan di sektor tambang global. Harga komoditas berfluktuasi. Permintaan pasar juga berubah.
Freeport mengandalkan tambang Grasberg di Papua sebagai sumber utama produksi. Perusahaan kini berupaya menjaga kinerja di tengah tekanan pasar.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









