Cina Uji Internet Satelit 1 Gbps dari Orbit 

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Cina mencatat terobosan baru dalam teknologi komunikasi satelit. Tim peneliti mengirim data berkecepatan tinggi hingga 1 Gbps dari orbit geostasioner.

Eksperimen ini berlangsung di Observatorium Lijiang, China barat daya. Satelit berada di ketinggian sekitar 36.000 kilometer dari Bumi.

Sinyal laser dari orbit mengalami gangguan saat melewati atmosfer. Gangguan ini biasanya menurunkan kualitas data.

Tim mengatasi masalah tersebut dengan sistem penerima di darat. Mereka menggunakan teleskop berdiameter 1,8 meter.

Sistem ini memakai 357 mikro-cermin. Teknologi tersebut menyesuaikan distorsi secara real-time. Sistem menjaga data tetap utuh saat diterima.

Baca Juga :  Ramalan Pakar Teknologi Makin Nyata, Robot Humanoid Disebut Akan Masuk Rumah hingga Kuasai Dunia Kerja

Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari Peking University of Posts and Telecommunications dan Chinese Academy of Sciences. Tim mempublikasikan hasil riset di Acta Optica Sinica.

Tim mencatat kecepatan unduh mencapai 1 Gbps. Sistem hanya memakai daya 2 watt. Angka ini melampaui efisiensi Starlink.

Perbedaan utama terletak pada jarak orbit. Satelit geostasioner berada jauh lebih tinggi dari orbit rendah. Jaraknya lebih dari 60 kali lipat.

Baca Juga :  Digital Asia Solusindo Tawarkan ERP untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Meski demikian, sistem tetap stabil. Kecepatan data tetap tinggi.

Peneliti menerapkan teknik pemrosesan sinyal lanjutan. Mereka membagi sinyal menjadi delapan kanal. Sistem kemudian memilih tiga kanal terbaik.

Metode ini meningkatkan kualitas sinyal. Angkanya naik dari 72 persen menjadi 91,1 persen.

Teknologi ini cocok untuk jaringan backbone berkapasitas besar. Sistem ini belum menyasar pengguna individu.

Eksperimen ini menegaskan satu hal. Tantangan utama komunikasi satelit berada di atmosfer. Teknologi optik adaptif mampu mengatasi hambatan tersebut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Berita Terbaru