BYD Gegerkan Industri Otomotif, Klaim Teknologi ADAS Tekan Risiko Kecelakaan hingga 80 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, kembali menarik perhatian industri otomotif global setelah mengklaim sistem bantuan mengemudi miliknya mampu menekan risiko kecelakaan serius hingga lebih dari 80 persen. Klaim ini muncul dari analisis internal perusahaan yang menghimpun data jutaan kendaraan yang sudah memakai sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Di tengah meningkatnya adopsi mobil listrik dan fitur semi-otonom, pernyataan BYD langsung memicu diskusi luas. Banyak pihak menilai teknologi ini bisa mengubah standar keselamatan berkendara, tetapi sebagian lain menyoroti tantangan keandalan sistem di kondisi jalan yang kompleks.

Data Penggunaan dari Jutaan Kendaraan

BYD menyampaikan data tersebut dalam laporan tahunan perusahaan. Mereka mencatat hampir tiga juta unit mobil sudah menggunakan sistem bantuan mengemudi tersebut di lebih dari 60 model kendaraan.

Perusahaan juga mengukur tingkat kecelakaan serius berdasarkan insiden yang memicu airbag setiap 10 juta kilometer perjalanan. Dari hasil analisis itu, BYD menyebut angka kecelakaan turun hingga sekitar seperenam dibanding kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan manusia.

Dengan kata lain, sistem ini bekerja sebagai lapisan pengaman tambahan yang membantu pengemudi menghindari situasi kritis di jalan.

Sistem “God’s Eye” Jadi Andalan

BYD memasarkan teknologi ADAS ini dengan nama “God’s Eye” atau TianShen. Sistem tersebut hadir dalam beberapa level, dari versi dasar hingga versi canggih yang mendukung navigasi semi-otonom.

Untuk varian paling sederhana, sistem TianShen C menggunakan 12 kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik. Kombinasi ini memungkinkan mobil memantau kondisi sekitar secara 360 derajat.

Selain itu, sistem ini mengandalkan chip dengan kemampuan komputasi hingga 100 TOPS yang membantu pemrosesan data secara cepat agar fitur keselamatan tetap responsif.

Baca Juga :  iQoo 15T Hadir Bawa Angin Segar, HP Gaming Baterai 8.000 mAh dan Kamera 200 MP Jadi Andalan

Varian Lebih Canggih Gunakan Lidar dan Chip Nvidia

Pada model yang lebih tinggi, BYD mengembangkan varian TianShen A dan B. Kedua sistem ini sudah memakai teknologi lidar untuk meningkatkan akurasi deteksi objek, terutama dalam kondisi minim cahaya atau cuaca buruk.

BYD juga menyematkan chip Nvidia Orin X untuk mendukung pemrosesan data berkinerja tinggi. Kombinasi perangkat keras ini memungkinkan fitur seperti Navigate on Autopilot (NOA), baik di jalan tol maupun di area perkotaan.

Dengan teknologi tersebut, kendaraan bisa membantu pengemudi dalam perpindahan jalur, pengereman otomatis, hingga pengambilan keputusan navigasi dasar.

Strategi Standarisasi Teknologi di Seluruh Model

BYD tidak hanya menempatkan teknologi ini di kendaraan premium. Perusahaan justru memperluasnya ke lini yang lebih terjangkau.

Sejak awal 2025, BYD mulai menyematkan fitur bantuan mengemudi sebagai standar di 21 model kendaraan. Langkah ini mencakup model entry-level seperti BYD Seagull yang menyasar pasar mobil listrik murah.

Strategi ini menunjukkan ambisi BYD untuk mempercepat adopsi teknologi semi-otonom di berbagai segmen konsumen, bukan hanya di kelas atas.

Dampak ke Industri Otomotif Global

Langkah BYD memunculkan diskusi baru di industri otomotif global. Produsen lain kini menghadapi tekanan untuk meningkatkan standar keselamatan berbasis perangkat lunak, bukan hanya struktur fisik kendaraan.

Namun, para analis juga mengingatkan bahwa teknologi bantuan mengemudi tetap membutuhkan pengawasan pengemudi. Sistem ini tidak sepenuhnya menggantikan kontrol manusia, terutama di kondisi jalan yang tidak terprediksi seperti di banyak negara berkembang.

Baca Juga :  BMW Ubah Pabrik 104 Tahun di Munich Jadi Basis Mobil Listrik, Siap Tinggalkan Mesin Konvensional

Tantangan di Lapangan

Meski klaim pengurangan kecelakaan terlihat menjanjikan, tantangan tetap muncul. Jalanan dengan infrastruktur yang tidak seragam, cuaca ekstrem, hingga perilaku pengemudi lain bisa memengaruhi kinerja sistem.

Selain itu, edukasi pengguna juga menjadi faktor penting. Banyak kecelakaan teknologi bantuan mengemudi terjadi karena pengemudi terlalu mengandalkan sistem tanpa tetap waspada.

Masa Depan Mobil Semi-Otonom

Ke depan, BYD berencana memperluas integrasi sistem ADAS ke lebih banyak model dan meningkatkan kemampuan navigasi otomatis di lingkungan perkotaan.

Jika perkembangan ini berjalan sesuai rencana, mobil dengan kemampuan semi-otonom bisa menjadi standar baru industri dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, keseimbangan antara teknologi dan kontrol manusia tetap menjadi kunci utama keselamatan.

FAQ

1. Apa itu sistem God’s Eye dari BYD?

God’s Eye adalah sistem bantuan mengemudi (ADAS) milik BYD yang membantu pengemudi dengan kamera, radar, dan sensor untuk meningkatkan keselamatan.

2. Apakah sistem ini bisa mengemudi sendiri sepenuhnya?

Tidak. Sistem ini hanya membantu pengemudi dan belum menggantikan kontrol manusia sepenuhnya.

3. Seberapa besar pengaruhnya terhadap keselamatan?

BYD mengklaim teknologi ini dapat menurunkan risiko kecelakaan serius lebih dari 80 persen berdasarkan data internal.

4. Apakah semua mobil BYD sudah memakai teknologi ini?

Tidak semua, tetapi BYD mulai memperluas penggunaannya ke banyak model, termasuk mobil entry-level.

5. Apa tantangan utama teknologi ini?

Tantangan utama meliputi kondisi jalan yang kompleks, keterbatasan infrastruktur, dan kesadaran pengemudi dalam menggunakan sistem bantuan.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:44 WIB

Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Berita Terbaru