BMW Ubah Pabrik 104 Tahun di Munich Jadi Basis Mobil Listrik, Siap Tinggalkan Mesin Konvensional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – BMW mempercepat langkah menuju era elektrifikasi. Perusahaan ini mengubah pabrik legendarisnya di Munich menjadi fasilitas produksi mobil listrik.

Pabrik tersebut telah beroperasi lebih dari satu abad. Kini, BMW memfokuskan fasilitas itu untuk kendaraan listrik generasi terbaru.

BMW menyiapkan pabrik ini untuk memproduksi lini berbasis Neue Klasse. Perusahaan ini menjadwalkan produksi massal model seperti BMW i3 mulai Agustus 2026. Model ini menjadi bagian dari strategi global BMW.

BMW tidak hanya mengubah produk. Perusahaan ini juga mengubah sistem produksi secara menyeluruh. BMW menargetkan pabrik Munich beralih penuh ke kendaraan listrik pada 2027.

Baca Juga :  Harga Jaecoo J5 EV Naik April 2026, Kini Tembus Rp 300 Jutaan

BMW mengandalkan konsep BMW iFACTORY. Strategi ini menggabungkan efisiensi, digitalisasi, dan keberlanjutan. Perusahaan ini juga meningkatkan otomatisasi di lini produksi.

Sekitar 800 robot industri kini beroperasi. Tingkat otomatisasi di area body shop mencapai 98 persen. BMW menggunakan kecerdasan buatan untuk menjaga kualitas secara real-time.

Setiap kendaraan mengirim hingga 20.000 parameter data selama perakitan. Sistem ini membantu BMW menjaga kualitas dan efisiensi.

BMW menargetkan penurunan biaya produksi hingga 10 persen setelah produksi model baru dimulai. Perusahaan ini ingin menjaga daya saing di pasar global.

BMW menginvestasikan sekitar 650 juta euro atau setara Rp11 triliun. Perusahaan ini memakai dana tersebut untuk модерnisasi fasilitas dan pengembangan sistem digital.

Baca Juga :  Aprilia X 250TH Rilis, Superbike Rp2,5 Miliar Rasa MotoGP Cuma 30 Unit di Dunia

BMW tetap menjalankan produksi selama transformasi berlangsung. Pabrik Munich memproduksi sekitar 1.000 unit kendaraan per hari. Langkah ini menjaga stabilitas operasional.

BMW juga mengembangkan jaringan produksi baterai global. Perusahaan ini menerapkan pendekatan “local for local”. Strategi ini meningkatkan efisiensi distribusi.

Model Neue Klasse berpotensi masuk ke berbagai pasar, termasuk Indonesia. BMW melihat peluang besar di pasar kendaraan listrik.

Transformasi ini menandai arah baru BMW. Perusahaan ini membangun sistem produksi yang lebih modern. BMW juga memperkuat komitmen terhadap industri otomotif ramah lingkungan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ledakan Pesanan Jaecoo J5 EV Tembus 16 Ribu Unit, Sinyal Kuat Pabrik Lokal di Indonesia Mulai Dibidik
Jetour T1 PHEV Siap Gegerkan Pasar Indonesia, SUV Hybrid Baru Bawa Teknologi i-DM Canggih
Honda Super-One Meluncur di Jepang, “Brio Listrik” Rp 300 Jutaan Tawarkan Sensasi Mobil Sport EV Kompak
VW ID. Polo GTI Listrik 2026 Resmi Debut, Hot Hatch 226 DK Jarak 424 Km Bikin Geger Pasar Mobil Dunia
HR-V Bekas 2026 Mulai Rp150 Jutaan, SUV Favorit yang Masih Layak Dibeli atau Sudah Ketinggalan Zaman?
Suzuki GN 160 Guncang Pasar Retro 160cc, Tantang W175 dan XSR155 dengan Gaya Klasik
SUV Listrik iCAR V23 Bikin Heboh, Konsep Plug and Play Ubah Cara Orang Modifikasi Mobil di Indonesia
Toyota GR Yaris 2026 Makin Brutal, Setir Baru dan Teknologi Reli Bikin Pecinta Kecepatan Tergoda
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 04:00 WIB

Ledakan Pesanan Jaecoo J5 EV Tembus 16 Ribu Unit, Sinyal Kuat Pabrik Lokal di Indonesia Mulai Dibidik

Rabu, 27 Mei 2026 - 03:00 WIB

Jetour T1 PHEV Siap Gegerkan Pasar Indonesia, SUV Hybrid Baru Bawa Teknologi i-DM Canggih

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:00 WIB

Honda Super-One Meluncur di Jepang, “Brio Listrik” Rp 300 Jutaan Tawarkan Sensasi Mobil Sport EV Kompak

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:00 WIB

VW ID. Polo GTI Listrik 2026 Resmi Debut, Hot Hatch 226 DK Jarak 424 Km Bikin Geger Pasar Mobil Dunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00 WIB

HR-V Bekas 2026 Mulai Rp150 Jutaan, SUV Favorit yang Masih Layak Dibeli atau Sudah Ketinggalan Zaman?

Berita Terbaru