BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Raksasa pengelola aset dunia, BlackRock, kembali melakukan penyesuaian struktur organisasi dengan mengurangi sekitar 200 posisi kerja di berbagai negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga efektivitas operasional sekaligus menyesuaikan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Pemangkasan tersebut setara dengan sekitar 1% dari total tenaga kerja BlackRock secara global. Perusahaan menyebut kebijakan ini bukan sebagai perubahan besar-besaran, melainkan bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan setiap lini bisnis berjalan sesuai arah pertumbuhan.

Keputusan itu muncul ketika industri pengelolaan aset menghadapi perubahan cepat, mulai dari perkembangan teknologi, kebutuhan layanan investasi yang semakin kompleks, hingga pergeseran strategi perusahaan ke sektor baru seperti kredit swasta.

Penyesuaian Berulang dalam 18 Bulan Terakhir

Chief Executive Officer BlackRock, Larry Fink, menerapkan pendekatan penyesuaian organisasi yang berlangsung secara berkala. Dalam 18 bulan terakhir, perusahaan telah melakukan tiga kali pengurangan jumlah karyawan.

Namun, BlackRock tetap mempertahankan strategi ekspansi. Setelah melakukan sejumlah akuisisi besar dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga membuka peluang perekrutan baru untuk berbagai posisi strategis.

Baca Juga :  Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar

Lowongan tersebut mencakup bidang manajemen investasi, operasional, hingga teknologi. Dengan demikian, perusahaan mengalihkan sumber daya ke area yang dianggap memiliki peluang pertumbuhan lebih besar.

Seorang juru bicara BlackRock menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari pengelolaan organisasi yang terus berubah.

“Tindakan yang kami ambil hari ini adalah disiplin biasa dari sebuah organisasi yang terus berkembang,” kata seorang juru bicara perusahaan, dikutip dari Straits Times, Selasa (16/6/2026).

Fokus pada Pertumbuhan Bisnis Baru

Di sisi lain, BlackRock terus memperkuat bisnis alternatif, terutama pada sektor pembiayaan perusahaan swasta. Perusahaan memperbesar kemampuan tersebut setelah mengakuisisi HPS Investment Partners dengan nilai sekitar US$ 12 miliar pada tahun lalu.

Akuisisi itu menjadi salah satu langkah terbesar BlackRock dalam memperluas portofolio kredit swasta. Perusahaan melihat sektor tersebut memiliki potensi besar seiring meningkatnya kebutuhan pendanaan alternatif di luar pasar tradisional.

Karena itu, pengurangan sejumlah posisi kerja tidak menghentikan agenda ekspansi. BlackRock justru mengarahkan tenaga dan investasi ke bidang yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Gelombang Efisiensi Setelah Pandemi

BlackRock kembali melakukan efisiensi setelah sebelumnya menghentikan kebijakan pemangkasan karyawan selama periode pandemi. Perusahaan mulai menjalankan kembali penyesuaian tenaga kerja sejak 2023.

Baca Juga :  Harga Pangan Padang Mulai Naik Jelang Iduladha, Pemko Genjot Operasi Pasar

Pada 2025, BlackRock menjalankan dua putaran pemangkasan yang masing-masing mengurangi sekitar 1% dari total karyawan. Langkah tersebut menunjukkan perusahaan memilih melakukan perubahan bertahap dibandingkan restrukturisasi besar dalam satu waktu.

Sebagai salah satu manajer aset terbesar di dunia dengan nilai aset kelolaan sekitar US$ 14 triliun, BlackRock tetap menjaga keseimbangan antara pengendalian biaya dan pengembangan bisnis baru.

FAQ

Mengapa BlackRock melakukan PHK?

BlackRock melakukan pengurangan karyawan sebagai bagian dari evaluasi organisasi dan penyesuaian kebutuhan bisnis agar operasional lebih efektif.

Berapa jumlah karyawan yang terdampak?

Perusahaan memangkas sekitar 200 posisi atau sekitar 1% dari total tenaga kerja global.

Apakah BlackRock menghentikan perekrutan?

Tidak. BlackRock tetap membuka sejumlah posisi baru, terutama pada bidang investasi, teknologi, dan operasional.

Apakah PHK ini terkait kondisi keuangan perusahaan?

BlackRock menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari disiplin organisasi yang terus berkembang, bukan penghentian ekspansi bisnis.(Tim)

Berita Terkait

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Bermodal Motor Sendiri, Driver Ojol Bakal Jadi Pengusaha Mikro
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui
BNI Tebar Cashback hingga Rp15 Juta untuk Investor ORI030, Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya
Terungkap, Daftar Jabatan Bergaji Selangit di Indonesia 2026, Penghasilannya Tembus Rp300 Juta Sebulan
Heboh Minyakita Bau Solar, Kemendag Siapkan Sanksi Keras, Produsen Terancam Tindakan Hukum
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Bermodal Motor Sendiri, Driver Ojol Bakal Jadi Pengusaha Mikro

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:00 WIB

Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Mulai Juli 2026, Semua Jemaah Umrah Berangkat Lewat Terminal 2F Bandara Soetta, Ini Perubahan yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru