Arus Peti Kemas PTP Palembang Tumbuh 3% di Kuartal I-2026, Komoditas Strategis Jadi Penopang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Palembang mencatat kenaikan arus bongkar muat atau throughput pada kuartal I-2026. Perusahaan mendorong kinerja lewat peningkatan layanan operasional dan percepatan digitalisasi.
Kinerja general cargo naik 3 persen secara tahunan. Volume meningkat dari 1.500 ton ship day (TSD) pada kuartal I-2025 menjadi 1.544 TSD pada periode yang sama tahun ini. Curah cair juga tumbuh 1 persen, dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang Ade Affandi mengatakan peningkatan kinerja muncul dari aktivitas bongkar muat komoditas strategis. Salah satunya, perusahaan menangani impor Muriate of Potash (MOP) milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) sebanyak 4.509 ton melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.
“Kami mengangkut komoditas ini menggunakan kapal MV Gold Spring dari Vietnam. Komoditas ini menjadi bahan baku pupuk NPK,” kata Ade.
Ia menambahkan perusahaan mempercepat layanan bongkar muat dengan mengoptimalkan sistem digital Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M). Sistem ini mempercepat proses operasional di lapangan dan meningkatkan efisiensi kerja.
PTP juga menjaga pertumbuhan dengan memperkuat keandalan operasional. Perusahaan meningkatkan efisiensi layanan di seluruh terminal.
Secara konsolidasi, PTP Nonpetikemas mencatat volume 12,4 juta ton pada kuartal I-2026. Angka itu naik 3,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11,9 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan seluruh segmen komoditas ikut mendorong pertumbuhan.
“Curah kering menyumbang porsi terbesar sebesar 46 persen atau 5,7 juta ton,” kata Fiona.
Ia menambahkan, general cargo menyumbang 2,9 juta ton atau 24 persen, curah cair 3 juta ton atau 25 persen, dan bag cargo 656 ribu ton atau 5 persen.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas logistik komoditas strategis terus meningkat,” ujarnya.
Baca Juga :  Hatta Rajasa: Dari Palembang ke Pusat Ekonomi Nasional

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru
Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM
CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember
648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember
Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar
260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat
Nagari Creative Hub Sungai Duo Dibuka, UMKM Dharmasraya Bidik Pasar Nasional
Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:24 WIB

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru

Jumat, 6 November 2026 - 09:47 WIB

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember

Rabu, 4 November 2026 - 10:29 WIB

648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember

Selasa, 3 November 2026 - 08:54 WIB

Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar

Berita Terbaru