Pengganti Semen Ramah Lingkungan Ditemukan, Lebih Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Peneliti dari berbagai negara mengembangkan bahan pengganti semen yang lebih ramah lingkungan. Mereka memanfaatkan limbah dan serat alami untuk menekan polusi dari industri konstruksi.

Semen berperan penting dalam pembangunan. Material ini menjadi pengikat utama pasir, kerikil, dan batu bata. Namun, proses produksinya menghasilkan emisi tinggi. Polutan itu meliputi karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), serta debu halus.

Tim peneliti dari Pakistan, Malaysia, Arab Saudi, China, dan Nigeria menguji campuran abu bahan bakar, minyak sawit, dan serat rami. Mereka mengolah bahan tersebut lalu mengujinya dalam berbagai kondisi.

Baca Juga :  Niat Baik Presiden Prabowo

Hasil penelitian menunjukkan penurunan emisi karbon dioksida hingga 20 persen. Material ini juga meningkatkan kekuatan tekan hingga 26 persen dibandingkan semen konvensional.

Peneliti menggunakan komposisi 10 persen abu bahan bakar minyak sawit dan 0,1 persen serat rami. Campuran ini menghasilkan material yang kuat dan lebih ramah lingkungan.

Data dari Natural Resources Defense Council menyebutkan industri semen menyumbang sekitar 8 persen polusi udara global. Produksi semen membutuhkan suhu tinggi dari pembakaran batu bara dan reaksi kimia.

Baca Juga :  Eropa Kurangi Impor CPO, Gapki Pastikan Dampaknya Tak Ancam Ekspor Sawit RI

Peneliti menilai kebutuhan material konstruksi berkelanjutan terus meningkat. Mereka mendorong inovasi untuk mendukung pembangunan rendah karbon.

Meski hasil awal terlihat menjanjikan, peneliti masih menguji material ini lebih lanjut. Mereka ingin memastikan keamanan dan ketahanan material untuk penggunaan jangka panjang.

Temuan ini membuka peluang baru bagi industri konstruksi. Industri dapat memakai material ramah lingkungan tanpa mengurangi kekuatan bangunan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kuota Internet Hangus Digugat Lagi ke MK, Polemik Konsumen Kembali Jadi Sorotan
Tak Jadi Guru, Sarjana Pendidikan Ini Pilih Jalur Koperasi Demi Nafkah Keluarga
Mahasiswa Gugat Kuota Internet Hangus ke MK, Dorong Keadilan Hak Konsumen
Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya
Tak Bisa Pindah? ASN Gugat Aturan Ini ke MK, Ini Pemicunya
Ekonomi Desa Jadi Penopang Utama, Prabowo Soroti Kekuatan Domestik di Tengah Tekanan Rupiah
Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

Kuota Internet Hangus Digugat Lagi ke MK, Polemik Konsumen Kembali Jadi Sorotan

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:00 WIB

Tak Jadi Guru, Sarjana Pendidikan Ini Pilih Jalur Koperasi Demi Nafkah Keluarga

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa Gugat Kuota Internet Hangus ke MK, Dorong Keadilan Hak Konsumen

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB

Fly Over Jambi–Sumbar Diusulkan, Sungai Penuh Bidik Jalur Cepat, Ini Dampaknya

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:00 WIB

Tak Bisa Pindah? ASN Gugat Aturan Ini ke MK, Ini Pemicunya

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB