JAKARTA – Cina mencatat terobosan baru dalam teknologi komunikasi satelit. Tim peneliti mengirim data berkecepatan tinggi hingga 1 Gbps dari orbit geostasioner.
Eksperimen ini berlangsung di Observatorium Lijiang, China barat daya. Satelit berada di ketinggian sekitar 36.000 kilometer dari Bumi.
Sinyal laser dari orbit mengalami gangguan saat melewati atmosfer. Gangguan ini biasanya menurunkan kualitas data.
Tim mengatasi masalah tersebut dengan sistem penerima di darat. Mereka menggunakan teleskop berdiameter 1,8 meter.
Sistem ini memakai 357 mikro-cermin. Teknologi tersebut menyesuaikan distorsi secara real-time. Sistem menjaga data tetap utuh saat diterima.
Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari Peking University of Posts and Telecommunications dan Chinese Academy of Sciences. Tim mempublikasikan hasil riset di Acta Optica Sinica.
Tim mencatat kecepatan unduh mencapai 1 Gbps. Sistem hanya memakai daya 2 watt. Angka ini melampaui efisiensi Starlink.
Perbedaan utama terletak pada jarak orbit. Satelit geostasioner berada jauh lebih tinggi dari orbit rendah. Jaraknya lebih dari 60 kali lipat.
Meski demikian, sistem tetap stabil. Kecepatan data tetap tinggi.
Peneliti menerapkan teknik pemrosesan sinyal lanjutan. Mereka membagi sinyal menjadi delapan kanal. Sistem kemudian memilih tiga kanal terbaik.
Metode ini meningkatkan kualitas sinyal. Angkanya naik dari 72 persen menjadi 91,1 persen.
Teknologi ini cocok untuk jaringan backbone berkapasitas besar. Sistem ini belum menyasar pengguna individu.
Eksperimen ini menegaskan satu hal. Tantangan utama komunikasi satelit berada di atmosfer. Teknologi optik adaptif mampu mengatasi hambatan tersebut.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









