JAKARTA – Cina menimbun cadangan minyak strategis sebesar 1,5 miliar barel untuk memperkuat ketahanan energi di tengah konflik Timur Tengah. Cadangan ini menahan dampak volatilitas pasar energi global sekaligus menjaga stabilitas industri dan pengaruh diplomatik China.
Selain itu, China meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi rute sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia. Penurunan lalu lintas hingga 85% mendorong Beijing mengamankan pasokan minyak domestik agar produksi industrinya tetap stabil.
Cadangan Besar untuk Kemandirian Energi
Cadangan 1,5 miliar barel memberi China kemandirian energi selama beberapa bulan, bahkan jika jalur minyak utama tetap diblokir. Meski Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker, China tetap memprioritaskan keamanan energi domestik melalui penimbunan fisik.
Jorge León, kepala analisis geopolitik di Rystad Energy, menyatakan, “China menimbun minyak mentah sejak tahun lalu untuk menghadapi potensi krisis saat ini.” Strategi ini memberi Beijing posisi kuat dalam negosiasi ekonomi dan diplomatik dengan negara lain.
Strategi Diversifikasi dan Penyimpanan
China menggunakan kilang minyak independen dan membeli pasokan dari Rusia maupun Iran yang disimpan di fasilitas terapung. Mayoritas cadangan berada jauh dari Selat Hormuz, dekat pelabuhan China.
Data Kpler per 27 Februari 2026 menunjukkan total minyak mentah Iran di perairan global sekitar 191 juta barel, dengan sebagian besar berada di Selat Malaka, Selat Singapura, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Laut Kuning.
Selain itu, China dan India meningkatkan pasokan minyak mentah Rusia. Cadangan strategis ini memberi penyangga jangka pendek dan membuka peluang Beijing mengekspor minyak ke pasar pihak ketiga jika pasokan global terganggu, kata Amena Bakr dari Kpler.
Dampak Global dan Stabilitas Pasar
Kabar penimbunan cadangan China menurunkan spekulasi harga minyak global. Namun, analis memperingatkan risiko pasokan tetap tinggi. Beberapa negara seperti Prancis dan Spanyol berselisih dengan Washington terkait legalitas pemogokan, sementara posisi China memberi pengaruh besar dalam negosiasi internasional.
China memanfaatkan cadangan ini untuk menyeimbangkan kebutuhan domestik dan menghadapi tekanan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus menyiapkan opsi strategis jika krisis pasokan berlanjut.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









