Harga Tiket Saudi-Indonesia Meroket

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ribuan jemaah umrah Indonesia menghadapi tekanan akibat lonjakan harga tiket pesawat dari Arab Saudi ke Tanah Air. Dalam beberapa hari terakhir, tarif penerbangan rute Jeddah–Jakarta meroket hampir tiga kali lipat dari harga normal.

Berdasarkan pantauan aplikasi pemesanan tiket, harga satu arah kelas ekonomi Garuda Indonesia yang biasanya Rp7–8 juta kini menembus Rp18–20 juta. Lonjakan ini menambah beban jemaah yang menunggu kepastian kepulangan akibat gangguan penerbangan.

Baca Juga :  Gaji ke-13 ASN Cair Mulai Juni 2026, Tanpa Potongan

HIPMI Desak Pemerintah Bertindak

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, meminta pemerintah segera berkoordinasi dengan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air, untuk mempercepat pemulangan jemaah. Usulan langkah konkret mencakup penambahan jadwal penerbangan dan extra flight.

HIPMI juga menekankan perlunya batas harga tiket dalam kondisi darurat dan pengawasan ketat untuk mencegah praktik spekulasi yang merugikan jemaah.

Perlindungan Jemaah Perlu Diperkuat

Menurut Anggawira, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi tata kelola perjalanan umrah. Skema perlindungan jemaah, termasuk asuransi perjalanan yang menanggung force majeure, perlu diperkuat.

Baca Juga :  Rusia Setop Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik

“Dengan lebih dari 1,5 juta jemaah setiap tahun, Indonesia harus siap memberikan perlindungan maksimal saat situasi darurat,” kata Anggawira.

Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 54 ribu jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi yang terdampak ketidakpastian jadwal penerbangan akibat eskalasi konflik regional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Dharmasraya

Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00 WIB