8 Negara Kaya Tanpa Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Konflik geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak mentah bergejolak dan rantai pasok energi terganggu. Namun, beberapa negara mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mencetak PDB tinggi meski tidak memiliki ladang minyak di daratannya.

Data ekonomi global menunjukkan delapan entitas beroperasi tanpa ladang minyak komersial. Artinya, ketiadaan minyak tidak menghalangi mereka membangun ekonomi besar.

Diversifikasi Sektor Penggerak Ekonomi

Negara seperti Swiss, Singapura, dan Hong Kong mengandalkan ekonomi pada jasa keuangan, manajemen kekayaan, dan logistik internasional. Selain itu, kepastian hukum dan regulasi yang stabil menarik aliran modal asing.

Baca Juga :  Prabowo Restui Hilirisasi di 13 Lokasi, Investasi Baru Digenjot ke Sektor Strategis

Di Eropa, Irlandia dan Belgia fokus pada teknologi informasi dan industri biofarmasi. Contohnya, Irlandia mencatat pertumbuhan PDB 9,1 persen, sebagian besar berasal dari investasi perusahaan teknologi multinasional.

Sementara itu, Finlandia, Portugal, dan Puerto Riko mengembangkan manufaktur bernilai tambah, telekomunikasi, dan sektor pariwisata. Dengan strategi ini, mereka tetap kompetitif meski tanpa cadangan minyak.

Baca Juga :  LNG Baru Harus Tekan Harga Gas Industri

Strategi Energi dan Ketahanan

Sebagai pengganti minyak domestik, negara-negara ini mengimpor energi. Namun, ketegangan di Timur Tengah mendorong mereka mempercepat transisi ke energi terbarukan untuk menjaga rantai pasok dan stabilitas ekonomi.

Kesimpulannya, delapan negara ini menunjukkan bahwa diversifikasi ekonomi, pengelolaan SDM, dan inovasi sektor strategis bisa menghasilkan kekayaan tanpa bergantung pada minyak bumi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

TikTok Shop Ubah Skema Komisi, Biaya Penjual Naik Tajam

Senin, 18 Mei 2026 - 19:44 WIB