LNG Baru Harus Tekan Harga Gas Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menilai pembangunan pabrik LNG yang terintegrasi dengan produksi LPG dan kondensat sebagai tambahan penting bagi infrastruktur gas nasional. Namun demikian, kalangan industri menekankan bahwa proyek tersebut harus memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Ketua Umum FIPGB, Yustinus Gunawan, menyatakan bahwa industri tidak cukup menilai keberhasilan proyek LNG dari kapasitas produksi. Sebaliknya, industri menilai dampaknya pada stabilitas harga gas dan kepastian pasokan.

Infrastruktur Energi Bertambah

Pada satu sisi, pembangunan fasilitas LNG baru menambah kapasitas pasokan energi nasional. Dengan demikian, infrastruktur ini membantu industri menjaga ketersediaan gas ketika produksi dari sektor hulu menurun.

Baca Juga :  IHSG Turun 2,61%, Investor Waspada Tekanan Pasar

Selain itu, proyek LNG terintegrasi juga memaksimalkan pemanfaatan gas melalui produksi LPG dan kondensat. Oleh karena itu, proyek tersebut memperkuat efisiensi rantai pasok energi nasional.

Permintaan Gas Industri Terus Naik

Di sisi lain, FIPGB mencatat kebutuhan gas industri di Jawa dan Sumatra terus meningkat. Kenaikan ini terjadi karena aktivitas manufaktur berkembang dan berbagai sektor industri melakukan ekspansi.

Akibatnya, tambahan LNG dapat menutup kekurangan pasokan gas. Penurunan alami produksi hulu (natural decline) serta gangguan teknis di lapangan gas sering memicu kekurangan tersebut.

Baca Juga :  Elon Musk Buka Lowongan Tanpa CV, Cukup Tiga Bukti Kehebatan

Harga Tetap Jadi Sorotan

Meski demikian, industri tidak hanya mempersoalkan volume pasokan gas. Lebih jauh lagi, pelaku industri memprioritaskan harga yang kompetitif serta kepastian distribusi.

Yustinus menegaskan bahwa LNG hasil regasifikasi harus tetap berada pada harga yang ekonomis. Jika harga LNG melampaui batas keekonomian, biaya produksi industri akan meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut menekan efisiensi sekaligus melemahkan daya saing industri nasional.

Karena itu, FIPGB mendorong pemerintah dan pelaku industri energi menjaga efisiensi distribusi LNG domestik. Dengan begitu, industri memperoleh pasokan gas yang stabil dengan harga yang tetap kompetitif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:06 WIB

Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang

Berita Terbaru