Kerinci – Tim legenda sepak bola Kerinci yang tergabung dalam Kereta Tua kembali membuktikan kualitas permainan mereka. Para mantan pemain PS Kerinci era 1980-an menjuarai Depati Cup U-45 di Lubuk Linggau.
Pada partai final, Kereta Tua menaklukkan tuan rumah PS Murali Linggau lewat adu penalti dengan skor 3-1.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal. Hasil itu memastikan Kereta Tua membawa pulang trofi juara.
Final Berjalan Ketat Sejak Kick Off
Sejak peluit awal, kedua tim langsung bermain terbuka. Kereta Tua mengandalkan pengalaman serta ketenangan permainan. Sementara itu, tuan rumah menekan lewat serangan cepat dan dukungan suporter.
Kedua tim menciptakan sejumlah peluang. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Wasit kemudian melanjutkan pertandingan ke babak adu penalti.
Maidi Haryono Amankan Kemenangan Kereta Tua
Pada babak adu penalti, tiga dari lima algojo Kereta Tua mencetak gol. Pada saat yang sama, penjaga gawang Maidi Haryono menggagalkan tiga tendangan pemain lawan.
Skor 3-1 membawa Kereta Tua meraih gelar juara. Kemenangan ini mengangkat kebanggaan masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Generasi Emas “Kerinci Sakti” Tampil Konsisten
Kemenangan ini memperlihatkan kualitas generasi emas PS Kerinci. Saripul, Menra Afrizal, Doli Hendra, Ary Harmawan, dan Cincing kembali menunjukkan kemampuan mereka.
Usia tidak mengurangi semangat juang para pemain. Mereka tetap bermain percaya diri, termasuk saat menghadapi tekanan di kandang lawan.
Manajer Irwan memimpin tim Kereta Tua, sedangkan Zulmahdi memegang kendali sebagai pelatih. Para pemain berasal dari berbagai wilayah. Komposisi ini mencerminkan filosofi lama sepak bola Kerinci yang mengutamakan persatuan tanpa sekat daerah.
Susunan Lengkap Skuad Kereta Tua
Manajer:
Irwan
Pelatih:
Zulmahdi
Kiper:
Maidi Haryono
Pemain Belakang:
Saripul, Iskandar, Abdurrahman, Jon Liprita, Hendrizal
Gelandang:
Menra Afrizal, Emi Efdianto, Boppy Budiatmin, Zulmahdi, Irwan, Hamdani, Ade Utama, Doli Hendra
Penyerang:
Ary Harmawan, Mat Rusdi, Pahmirizal, Nasrizal
Pemerintah Daerah Perlu Tunjukkan Apresiasi
Kemenangan ini membuktikan warisan sepak bola Kerinci tetap hidup. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu memberi apresiasi nyata kepada para legenda sepak bola daerah.
Para mantan pemain ini memegang peran penting dalam sejarah olahraga daerah. Mereka mengharumkan nama daerah melalui prestasi di lapangan.
Masa Depan PS Kerinci Ditentukan Keseriusan Semua Pihak
Momentum kemenangan ini membuka peluang kebangkitan PS Kerinci dengan julukan “Kerinci Sakti”.
Semua pihak harus menghargai sejarah, merangkul para legenda, dan mendorong generasi muda berkembang. Langkah itu akan memperkuat fondasi prestasi sepak bola Kerinci pada masa mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









