Gus Ipul Pastikan Layanan BPJS untuk Pasien Serius

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mempercepat reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bagi pasien dengan penyakit katastropik atau kondisi medis serius. Pemerintah mengaktifkan kembali 106.000 peserta yang sempat dinonaktifkan karena penyesuaian data agar mereka tetap menerima pengobatan.

 

“BPJS Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan bekerja sama mempercepat proses reaktivasi. Dengan begitu, pasien dengan penyakit katastropik — seperti kanker, gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung — dapat langsung mendapatkan layanan kesehatan,” kata Gus Ipul saat rapat konsultasi DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca Juga :  Waspada Vishing: Penipuan Telepon yang Bisa Bajak Ponsel

 

Respons Terhadap Pemutakhiran Data

 

Pemerintah mengambil langkah ini setelah masyarakat mengeluhkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran data membantu memastikan bantuan negara tepat sasaran, terutama bagi kelompok miskin dan rentan miskin. Meski begitu, pemerintah tetap memprioritaskan layanan kesehatan bagi pasien dengan kondisi serius selama masa transisi.

 

“Kementerian Sosial mendorong pemerintah daerah agar aktif melakukan pemutakhiran DTSEN, pengusulan, maupun reaktivasi bantuan sosial,” tambah Gus Ipul.

Baca Juga :  Honda GL150 Cargo 2026

 

Sebaran Peserta PBI Berdasarkan Desil

 

Gus Ipul menjelaskan, lebih dari 15 juta warga dari desil 6 sampai 10 menerima PBI BPJS Kesehatan. Desil ini mencakup masyarakat menengah ke atas.

 

Sementara itu, pemerintah belum mendaftarkan sekitar 54 juta warga dari desil 1 hingga 5 sebagai peserta PBI. Desil ini mencakup warga sangat miskin hingga rentan miskin. “Oleh karena itu, pemerintah menata ulang PBI agar bantuan negara lebih tepat sasaran,” ujar Gus Ipul, menjelaskan alasan penonaktifan PBI pada tahun lalu.

 

Berita Terkait

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB