Pramono & JK: Candaan Gorong-Gorong dan Pesan Kepemimpinan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bercanda kepada Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) terkait kerja bakti di gorong-gorong. Menurutnya, ia dan JK lebih mengandalkan pikiran dan strategi daripada turun langsung ke saluran air.

 

“Tadi saya bercanda sama Pak JK, ‘Pak JK, kita dibesarkan dalam teknokrasi, pasti kita nggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otak,’” kata Pramono. Sebagai respons, JK tertawa mendengar candaan tersebut.

 

Pramono menambahkan, jika suatu saat ia benar-benar turun ke gorong-gorong, media dan warga mungkin akan terkejut. “Sekali-sekali saya mau masuk gorong-gorong. Tapi nanti wartawan malah kaget,” jelasnya.

 

Pentingnya Observasi Lapangan

 

Di sisi lain, Anggota Komisi D DPRD DKI Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menekankan bahwa pemimpin harus melihat langsung kondisi di lapangan. Hal ini terutama penting di musim hujan, ketika saluran air, selokan, gorong-gorong, dan sungai menentukan risiko banjir.

Baca Juga :  Brimob Perkuat Pengamanan Idulfitri 2026

 

“Banyak pemimpin, termasuk Presiden Joko Widodo ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta, turun langsung ke selokan atau gorong. Mereka ingin memahami kondisi teknis dan mendengar keluhan warga. Cara ini tidak hanya simbolik, tetapi sering memberikan insight nyata,” kata Bun Joi, Minggu (8/2/2026).

 

Selain itu, ia menambahkan, kepemimpinan yang efektif menggabungkan kebijakan strategis dengan kepekaan terhadap kondisi lapangan. Bun Joi menilai candaan Pramono bersifat jenaka dan situasional. Dengan kata lain, candaan itu tidak menyinggung gaya kepemimpinan lain.

 

Baca Juga :  Paket Kuota Internet Tidak Hangus Lagi

Pesan JK soal Tanggung Jawab Warga

 

Sejalan dengan itu, Jusuf Kalla menekankan warga harus ikut menjaga kebersihan kota. Menurut JK, pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah banjir sendirian.

 

“Yang mengotori Jakarta kita juga, yang membersihkan harus kita juga,” ujar JK. Ia menegaskan, saat banjir terjadi, masyarakat kecil paling merasakan dampaknya. “Orang di Menteng, Kebayoran, atau Pondok Indah biasanya tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil. Oleh karena itu, kita semua harus bertanggung jawab,” lanjut JK.

 

Aksi Bersih-Bersih di Lingkungan Sendiri

 

Sebagai penutup, JK mengingatkan warga untuk membersihkan selokan di rumah, kantor, atau ruko masing-masing.

“Harus bersih sendiri. Kalau tidak, banjir akan kembali merugikan kita sendiri,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru