Naturalisasi Warga Asing di Korea Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah Korea Selatan mencatat peningkatan jumlah warga negara yang baru dinaturalisasi pada tahun 2025. Kementerian Kehakiman mencatat dari 18.623 pemohon, 11.344 orang berhasil memperoleh kewarganegaraan. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak pandemi Covid-19. Meskipun pemerintah mencatat rekor 13.885 warga pada 2020, capaian tahun ini tetap menunjukkan tren kenaikan yang stabil.

Mayoritas Pemohon dari China dan Vietnam

Selain itu, lebih dari setengah warga negara baru, tepatnya 56,5%, berasal dari China. Warga Vietnam berada di posisi kedua dengan 23,4%. Filipina menyumbang 3,1% dan Thailand 2,2% dari total pemohon.

Kebijakan Karantina Global Jadi Faktor Pendorong

Kementerian Kehakiman menekankan bahwa kebijakan karantina global mendorong lonjakan naturalisasi. Banyak warga asing memilih mendapatkan kewarganegaraan Korea Selatan karena mereka ingin tinggal lebih lama. Pembatasan perjalanan membuat mereka sulit kembali ke negara asal.

Pemulihan Kewarganegaraan Etnis Korea Terus Meningkat

Selain itu, etnis Korea semakin banyak yang kembali memperoleh kewarganegaraan. Pada 2025, 4.037 orang mendapatkan kembali status warga negara, naik dari 3.607 orang pada 2024. Sementara itu, sejak 2021, jumlah pemulihan kewarganegaraan etnis Korea meningkat dari 1.764 menjadi lebih dari 4.000 pada 2025. Jepang menjadi negara dengan jumlah pemulihan terbanyak, diikuti China dan Vietnam.

Warga Korea yang Melepaskan Kewarganegaraan Menurun

Di sisi lain, warga Korea Selatan semakin sedikit yang melepaskan kewarganegaraan. Tahun lalu, 25.200 orang menyerahkan kewarganegaraan, turun dari 26.494 pada 2024. Mayoritas, yakni 72,1%, memilih menjadi warga negara Amerika Serikat. Sisanya memperoleh kewarganegaraan Kanada, Australia, dan Jepang.

Tren Migrasi dan Kewarganegaraan Global

Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan dinamika migrasi dan kewarganegaraan yang semakin kompleks. Globalisasi dan mobilitas internasional yang terdampak pandemi serta kebijakan masing-masing negara memengaruhi tren tersebut.
Baca Juga :  Layanan BPJS PBI Dijamin

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB