Lawan Stunting dari Kandungan, Bupati Dharmasraya Gulirkan Bantuan Gizi Ibu Hamil hingga Enam Bulan Pascamelahirkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mempercepat langkah pencegahan stunting dengan memulai intervensi sejak masa kehamilan. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah menyalurkan bantuan pemenuhan gizi kepada ibu hamil berupa susu, telur, dan bahan pangan bergizi lainnya agar ibu dan janin memperoleh asupan nutrisi yang cukup.

Saat ini, pemerintah memprioritaskan keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 atau kategori sangat miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ke depan, pemerintah menargetkan perluasan cakupan program sehingga lebih banyak ibu hamil dapat menikmati bantuan tersebut.

Bantuan Berlanjut hingga Pasca persalinan

Selain memperhatikan kebutuhan gizi selama kehamilan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga menjaga asupan nutrisi ibu setelah melahirkan. Karena itu, pemerintah menyalurkan bantuan setiap bulan hingga enam bulan pasca persalinan.

Langkah tersebut mendukung pemenuhan gizi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui strategi ini, pemerintah ingin mengurangi risiko stunting sejak awal kehidupan anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.

Edukasi Gizi Terus Menjangkau Ibu Hamil

Selanjutnya, pemerintah menggerakkan tenaga kesehatan, bidan, dan kader untuk mendampingi ibu hamil di berbagai wilayah. Mereka memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta cara mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Baca Juga :  Pemerintah Standarisasi Biaya SLF Apotek

Di sisi lain, pemerintah mengajak keluarga ikut berperan dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang membantu keberhasilan pemenuhan gizi selama kehamilan.

Program Terintegrasi dengan Sanitasi dan Pemantauan Kesehatan

Tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mengintegrasikan program ini dengan peningkatan sanitasi dan pemantauan kesehatan ibu maupun anak. Petugas kesehatan memantau penyakit infeksi, infeksi cacing, dan berbagai faktor lain yang dapat menghambat pertumbuhan anak sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah ingin membangun sistem pencegahan stunting yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, hingga perbaikan lingkungan.

Bupati Ajak Semua Pihak Bersinergi

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan bidan yang setiap hari mendampingi masyarakat.

“Insyaallah, melalui kerja bersama seluruh pihak, termasuk para kader kader dan bidan yang menjadi ujung tombak di lapangan,” ujar Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.

Baca Juga :  Sungai Penuh Borong Penghargaan Nasional: HKI Lagu Daerah hingga Stunting

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Kita terus berupaya mewujudkan generasi Dharmasraya yang lebih sehat, cerdas, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul di masa depannya,” pungkasnya

FAQ

Apa tujuan program bantuan gizi bagi ibu hamil?

Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Siapa yang menjadi prioritas penerima bantuan?

Pemerintah memprioritaskan keluarga desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Apa saja bentuk bantuan yang diterima?

Ibu hamil menerima susu, telur, dan berbagai bahan pangan bergizi lainnya setiap bulan.

Berapa lama pemerintah menyalurkan bantuan?

Pemerintah menyalurkan bantuan sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan.

Apakah program hanya berisi bantuan pangan?

Tidak. Pemerintah juga menjalankan edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, peningkatan sanitasi, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak untuk memperkuat pencegahan stunting.

Berita Terkait

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa
Kabar Baik Peserta BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN dan Tambah Dana Rp20 Triliun
Bupati Annisa Kejar Restu Pusat, 53 Sekolah di Dharmasraya Masuk Daftar Revitalisasi dan SNT Mulai Disiapkan
Dharmasraya Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Ibu Hamil dan Menyusui Dapat Dukungan Gizi
Bukan Sekadar Khitan, Pegadaian Beri Akses Kesehatan Gratis untuk 500 Anak Prasejahtera
Pemkab Dharmasraya Gandeng NU Hadapi Era Efisiensi, Ini Empat Fokus Program untuk Warga
Obat RSUD MH A Thalib Sungai Penuh Kosong? Pasien Cari di Luar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:00 WIB

Kabar Baik Peserta BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN dan Tambah Dana Rp20 Triliun

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:00 WIB

Lawan Stunting dari Kandungan, Bupati Dharmasraya Gulirkan Bantuan Gizi Ibu Hamil hingga Enam Bulan Pascamelahirkan

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bupati Annisa Kejar Restu Pusat, 53 Sekolah di Dharmasraya Masuk Daftar Revitalisasi dan SNT Mulai Disiapkan

Berita Terbaru