Harga Emas Antam Hari Ini 26 Juni 2026 Ambles Lebih dari Rp500 Ribu dari Rekor, Saat Tepat Mulai Borong?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, masih menarik perhatian investor setelah nilainya terus bergerak turun dari rekor tertinggi yang tercapai pada awal tahun. Kondisi tersebut memunculkan satu pertanyaan besar, apakah sekarang menjadi waktu yang tepat untuk mulai membeli emas sebagai investasi jangka panjang.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas Antam mengikuti pelemahan harga emas dunia. Pada saat yang sama, penguatan nilai tukar rupiah ikut menekan harga emas di pasar domestik. Oleh karena itu, banyak calon investor mulai memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan logam mulia.

Sementara itu, pelaku pasar terus mengamati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan indeks dolar AS, dan perkembangan inflasi global. Ketiga faktor tersebut akan menentukan arah harga emas dunia sekaligus memengaruhi pergerakan harga emas Antam dalam waktu dekat.

Harga Emas Antam Hari Ini Masih Bertahan

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual emas batangan seharga Rp2.655.000 per gram pada Kamis (25/6/2026). Harga tersebut masih bertahan di level yang sama seperti hari sebelumnya.

Namun, Antam memangkas harga buyback sebesar Rp52.000 per gram. Kini perusahaan membeli kembali emas dari masyarakat seharga Rp2.320.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp2.372.000 per gram.

Koreksi Harga Semakin Dalam dari Rekor Tertinggi

Jika membandingkan harga saat ini dengan posisi sebulan lalu, penurunannya terlihat cukup signifikan. Pada 26 Mei 2026, Antam masih menjual emas seharga Rp2.798.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp2.607.000 per gram.

Bahkan, pada 29 Januari 2026, emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) dengan harga Rp3.168.000 per gram. Artinya, harga saat ini sudah terkoreksi lebih dari Rp500.000 per gram dari puncaknya.

Baca Juga :  Pajak Emas 10% Resmi Berlaku, Harga Logam Mulia Diprediksi Langsung Berubah

Harga Emas Dunia Ikut Mengalami Koreksi

Di pasar global, harga emas juga bergerak melemah. Berdasarkan data Trading Economics pada Kamis (25/6/2026) pukul 19.15 WIB, harga emas spot berada di level 3.979,16 dollar AS per ons troi.

Selama sepekan terakhir, harga emas dunia turun sekitar 5,22 persen. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, nilainya terkoreksi hingga 11,53 persen. Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, harga emas dunia sempat menembus 5.500 dollar AS per ons troi.

Rupiah Menguat, Harga Emas Domestik Tertekan

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga emas Antam masih berpeluang turun dalam jangka pendek. Menurutnya, penguatan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas di dalam negeri.

“Pada saat sekarang rupiah cenderung menguat, kemungkinan harga emas Antam juga akan mengalami penurunan. Tetapi bagi saya ini justru kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian,” ujar Ibrahim.

Koreksi Harga Jadi Peluang bagi Investor

Meski melihat potensi penurunan harga dalam waktu dekat, Ibrahim tetap menilai emas sebagai instrumen investasi yang menarik untuk jangka menengah hingga panjang.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat membeli emas secara bertahap agar dapat memanfaatkan setiap koreksi harga.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan dana yang memang sudah dialokasikan untuk investasi.

“Kalau membeli emas, gunakan uang yang memang tidak dipakai. Jangan menggunakan pinjaman, kartu kredit atau dana cicilan. Emas itu investasi jangka menengah hingga panjang, hasilnya biasanya baru terlihat dalam tiga sampai lima tahun,” katanya.

The Fed Masih Menjadi Penentu Arah Pasar

Selain faktor domestik, pasar juga menaruh perhatian besar terhadap kebijakan Federal Reserve. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga hingga dua kali sepanjang tahun ini.

Ekspektasi tersebut mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi sehingga permintaan emas ikut melemah.

Baca Juga :  Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, Perbankan RI Tumbuh Solid

Dolar AS Menguat, Investor Menunggu Data Inflasi

Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) menguat hingga berada di kisaran 101,5. Penguatan dolar biasanya membuat harga emas dunia turun karena investor harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli emas.

“Kalau indeks dolar menguat, biasanya harga emas dunia akan terkoreksi. Pasar saat ini masih menunggu perkembangan inflasi AS, terutama apakah harga minyak dan harga bensin di Amerika benar-benar turun pada Juli nanti,” jelas Ibrahim.

Prospek Emas Masih Menarik untuk Jangka Panjang

Walaupun harga emas terus mengalami koreksi, banyak analis masih menilai logam mulia sebagai aset lindung nilai yang kuat. Oleh sebab itu, investor dapat memanfaatkan momentum penurunan harga untuk mengoleksi emas secara bertahap sesuai kemampuan keuangan.

Dengan strategi tersebut, investor tidak perlu bergantung pada satu titik harga dan memiliki peluang memperoleh hasil yang lebih optimal ketika tren kenaikan kembali muncul.

FAQ

Berapa harga emas Antam hari ini, Jumat 26 Juni 2026?

Harga emas Antam berada di level Rp2.655.000 per gram, sedangkan harga buyback mencapai Rp2.320.000 per gram.

Mengapa harga emas Antam turun?

Harga emas Antam turun karena harga emas dunia melemah, nilai tukar rupiah menguat, dan pasar merespons ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Apakah sekarang menjadi waktu yang tepat membeli emas?

Sejumlah analis menilai koreksi harga saat ini membuka peluang untuk membeli emas secara bertahap, terutama bagi investor yang berorientasi pada jangka menengah dan panjang.

Apa yang paling memengaruhi harga emas saat ini?

Pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, penguatan dolar AS, kondisi inflasi Amerika Serikat, serta pergerakan nilai tukar rupiah.(Tim)

Berita Terkait

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Promo Shopee 3 Juli 2026 Capai Puncak, Diskon 70 Persen, Voucher Rp300 Ribu dan Hadiah Gratis Menanti
Harga LNG Anjlok hingga 43 Persen, Pertamina Langsung Tancap Gas Jalankan Aturan Baru Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:00 WIB

30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional

Berita Terbaru