JAKARTA – Di tengah banjir smartphone baru dengan fitur kecerdasan buatan dan jaringan 5G, satu nama lama kembali mencuri perhatian pasar gadget bekas: Huawei P30. Meski usia perangkat ini sudah melampaui tujuh tahun sejak debut globalnya pada 2019, sejumlah pengguna di Indonesia masih aktif mencari ponsel ini di marketplace maupun forum jual beli.
Fenomena ini menunjukkan satu hal penting: nilai sebuah smartphone tidak selalu ikut tenggelam seiring waktu. Sebagian pengguna justru kembali berburu perangkat lama karena faktor tertentu seperti kamera, ukuran bodi, hingga dukungan layanan yang masih relevan.
Huawei P30 kini berdiri sebagai salah satu flagship lawas yang mengalami “hidup kedua” di pasar second 2026.
Dari Flagship Premium ke Incaran Barang Bekas
Saat pertama kali hadir, Huawei menempatkan P30 di kelas flagship premium. Ponsel ini langsung menyasar pengguna yang mengutamakan kualitas kamera dan desain ringkas. Pada masa itu, Huawei agresif mendorong inovasi fotografi mobile melalui lini P Series yang bekerja sama dengan Leica.
Namun, pasar berubah cepat. Smartphone baru datang dengan refresh rate tinggi, baterai lebih besar, dan konektivitas 5G. Di sisi lain, Huawei P30 justru turun kelas menjadi perangkat bekas dengan harga yang lebih terjangkau.
Saat ini, pasar Indonesia memperdagangkan Huawei P30 di kisaran Rp2,3 juta hingga Rp2,7 juta, tergantung kondisi fisik, kesehatan baterai, dan kelengkapan paket penjualan. Penurunan harga ini membuka peluang baru bagi pengguna yang mencari smartphone kamera mumpuni dengan dana terbatas.
Desain Ringkas yang Mulai Langka di 2026
Huawei P30 menawarkan layar OLED 6,1 inci dengan resolusi Full HD+. Ukuran ini terasa kecil jika dibandingkan dengan mayoritas smartphone modern yang kini rata-rata melampaui 6,6 inci.
Justru di sinilah daya tariknya muncul kembali. Banyak pengguna mulai mencari perangkat yang lebih nyaman digenggam dan mudah digunakan dengan satu tangan. Huawei P30 menjawab kebutuhan tersebut dengan bodi yang ramping dan desain yang masih terlihat elegan meski sudah berumur.
Selain itu, Huawei tetap mempertahankan elemen premium seperti sensor sidik jari dalam layar, port USB-C, jack audio 3,5 mm, serta dukungan NFC. Kombinasi ini membuat P30 terasa “lengkap” untuk standar penggunaan sehari-hari.
Performa Kirin 980 Masih Cukup untuk Harian
Huawei membekali P30 dengan chipset Kirin 980 berbasis 7nm. Chip ini pernah menjadi salah satu prosesor tercepat di kelasnya saat rilis. Dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB, perangkat ini masih mampu menangani kebutuhan harian seperti media sosial, streaming, hingga multitasking ringan.
Namun, pengguna yang mengejar performa gaming berat atau aplikasi terbaru dengan grafis tinggi tentu akan merasakan batasan dari chipset generasi lama ini. Di sisi lain, efisiensi daya masih cukup stabil untuk penggunaan normal.
Kamera Leica Masih Jadi Senjata Utama
Bagian kamera tetap menjadi alasan utama mengapa Huawei P30 bertahan di pasar hingga 2026. Perangkat ini membawa konfigurasi Leica Triple Camera yang terdiri dari:
1. Kamera utama 40MP Super Sensing
2. Kamera ultrawide 16MP
3. Kamera telefoto 8MP dengan 3x optical zoom
Huawei merancang sistem ini untuk menghadirkan fleksibilitas fotografi yang tinggi. Banyak pengguna masih mengapresiasi hasil foto malam hari yang bersih serta karakter warna khas Leica yang kuat.
Di bagian depan, kamera selfie 32MP juga menawarkan hasil yang masih kompetitif untuk kebutuhan media sosial.
Dukungan Google Jadi Faktor Penentu
Salah satu alasan terbesar Huawei P30 tetap dicari adalah dukungan Google Mobile Services (GMS). Berbeda dengan banyak perangkat Huawei setelahnya, P30 masih menjalankan layanan Google secara resmi.
Pengguna tetap bisa mengakses Play Store, YouTube, Google Maps, Gmail, dan layanan lain tanpa modifikasi tambahan. Faktor ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih familiar dan praktis bagi pengguna Android pada umumnya.
Masih Layak Dibeli di 2026?
Huawei P30 masih masuk kategori menarik bagi pengguna dengan kebutuhan spesifik. Ponsel ini cocok untuk:
Pengguna yang fokus pada kamera
Pengguna yang menginginkan ponsel ringkas
Pengguna yang membutuhkan layanan Google lengkap
Pembeli dengan budget terbatas untuk kelas flagship
Namun, perangkat ini mulai tertinggal dalam beberapa aspek penting seperti 5G, refresh rate tinggi, dan dukungan pembaruan sistem jangka panjang. Pengguna yang mengejar performa modern mungkin lebih cocok memilih smartphone terbaru di kelas entry hingga mid-range.
FAQ
1. Apakah Huawei P30 masih bisa digunakan di 2026?
Ya, perangkat ini masih berfungsi normal untuk kebutuhan harian seperti komunikasi, media sosial, dan fotografi.
2. Apakah Huawei P30 masih mendukung Google?
Ya, Huawei P30 masih mendukung Google Mobile Services secara resmi.
3. Berapa harga Huawei P30 bekas saat ini?
Harga berkisar antara Rp2,3 juta hingga Rp2,7 juta tergantung kondisi.
4. Apakah Huawei P30 cocok untuk gaming?
Cukup untuk game ringan, tetapi kurang ideal untuk game berat terbaru.
5. Apa keunggulan utama Huawei P30?
Kamera Leica, desain ringkas, dan dukungan Google menjadi keunggulan utamanya.(Tim)









