Pensiun ASN Sungai Penuh Capai 105 Orang, Guru dan Nakes Paling Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Tahun 2026 menjadi fase krusial bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh setelah 105 aparatur sipil negara dipastikan menutup masa pengabdian mereka. Lonjakan pensiun ini memicu perhatian serius karena sebagian besar pejabat yang keluar berasal dari sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

105 ASN Masuk Pensiun, Pemkot Siapkan Skema Pengganti

BKPSDM Kota Sungai Penuh mencatat 105 PNS akan memasuki masa purna tugas pada 2026. Mereka berasal dari berbagai instansi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga staf teknis yang selama ini menopang pelayanan publik.

Kabid Pengadaan, Mutasi dan Informasi BKPSDM Kota Sungai Penuh, Roma Usman, menjelaskan proses administrasi ASN tersebut masih berjalan sesuai ketentuan.

“Untuk sementara terdapat 105 PNS yang akan pensiun pada tahun 2026. Seluruh dokumen administrasi sedang diproses sesuai tahapan,” ujar Roma Usman, Selasa (26/5/2026).

BKPSDM menegaskan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski terjadi gelombang pensiun dalam jumlah besar.

Guru dan Tenaga Kesehatan Dominasi Pensiunan

Data BKPSDM menunjukkan sektor pendidikan dan kesehatan menyumbang jumlah pensiun terbanyak. Kondisi ini langsung memunculkan perhatian publik karena dua sektor tersebut memegang peran vital dalam pelayanan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Pemkot Sungai Penuh langsung menyiapkan langkah antisipasi agar sekolah dan fasilitas kesehatan tidak mengalami kekosongan tenaga kerja.

Pemerintah daerah mendorong percepatan pengisian posisi melalui skema tenaga kontrak pemerintah atau PPPK.

PPPK Jadi Andalan Jaga Stabilitas Layanan Publik

Pemkot Sungai Penuh mengandalkan peningkatan jumlah PPPK untuk menutup kebutuhan tenaga yang ditinggalkan ASN pensiun. Banyak PPPK berasal dari tenaga honorer yang sudah lama bekerja di lingkungan pemerintahan.

“Kehadiran PPPK cukup membantu menutup kebutuhan tenaga kerja di daerah, terutama untuk posisi pelayanan dasar,” jelas Roma.

Pemerintah pusat juga terus memperkuat rekrutmen PPPK sebagai respons atas meningkatnya jumlah ASN yang pensiun di berbagai daerah. Kebijakan ini memberi ruang bagi daerah untuk menjaga kualitas layanan tanpa terlalu bergantung pada rekrutmen CPNS.

BKPSDM juga aktif mengevaluasi kebutuhan pegawai di setiap organisasi perangkat daerah agar distribusi tenaga kerja tetap seimbang.

ASN Diminta Perkuat Disiplin dan Adaptasi Digital

Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Affan, menegaskan gelombang pensiun harus mendorong ASN aktif meningkatkan disiplin dan profesionalisme kerja.

Ia juga menekankan arah kebijakan Wali Kota Alfin yang terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik.

Baca Juga :  Perpanjangan Kontrak PPPK Sungai Penuh 2027, BKPSDM Bilang Begini

“Pak Wali Kota selalu mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab ASN dalam memberikan pelayanan terbaik,” kata Affan.

Ia juga mendorong ASN untuk cepat beradaptasi dengan sistem digital agar birokrasi berjalan lebih efisien dan transparan.

Peluang Besar CPNS dan PPPK Baru Terbuka Lebar

Pemkot Sungai Penuh melihat gelombang pensiun ini sebagai peluang regenerasi aparatur. Kebutuhan pegawai baru diperkirakan meningkat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah daerah memprediksi rekrutmen CPNS dan PPPK pada formasi mendatang akan kembali terbuka luas untuk mengisi kekosongan jabatan strategis.

FAQ

1. Berapa jumlah ASN yang pensiun di Sungai Penuh pada 2026?

Sebanyak 105 PNS akan memasuki masa pensiun pada tahun 2026.

2. Sektor apa yang paling banyak terdampak?

Sektor pendidikan (guru) dan kesehatan mendominasi jumlah ASN yang pensiun.

3. Apakah pelayanan publik akan terganggu?

Pemkot memastikan layanan tetap berjalan dengan dukungan PPPK dan penataan ulang pegawai.

4. Apa solusi pemerintah daerah?

Pemkot mengoptimalkan PPPK dan mengevaluasi kebutuhan pegawai di setiap OPD.

5. Apakah ada peluang rekrutmen baru?

Ya, pemerintah membuka peluang CPNS dan PPPK untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan pensiunan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Aklamasi! Hutri Randa Jadi Ketua Golkar Sungai Penuh 2026-2031
Festival Jambi Elok Nian di Bungo Jadi Panggung Budaya, Sekda Alpian Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Benny Mundur dari Bursa Ketua Golkar Sungai Penuh, Ada Pesan Kuat Jelang Musda
Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini
SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?
Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas, Sejarah PDRI Jadi Senjata Tanamkan Nasionalisme Generasi Muda
Pendaftaran Ditutup, Dua Nama Berebut Kursi Ketua Golkar Sungai Penuh
Dua Nama Sudah Kembalikan Formulir Balon Ketua Golkar Sungai Penuh, Siapa Saja?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Festival Jambi Elok Nian di Bungo Jadi Panggung Budaya, Sekda Alpian Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Benny Mundur dari Bursa Ketua Golkar Sungai Penuh, Ada Pesan Kuat Jelang Musda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kasus Damkar Sungai Penuh Masuk Babak Baru, Kejari Sinyalkan Tersangka Bulan Ini

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:19 WIB

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Mahyeldi Gandeng IKA Lemhannas, Sejarah PDRI Jadi Senjata Tanamkan Nasionalisme Generasi Muda

Berita Terbaru