Dari Sampah Rumah Tangga Jadi Prestasi, Pasie Nan Tigo Sabet Padang Rancak Award 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Warga Kelurahan Pasie Nan Tigo di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, membangun sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berjalan mandiri dari tingkat rumah tangga. Model ini kemudian mengantarkan Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo meraih penghargaan pada Padang Rancak Award 2026 Sesi 1.

Wali Kota Fadly Amran menyerahkan penghargaan tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Balai Kota Padang, Rabu (20/5/2026).

Sistem Warga Jadi Pondasi Pengelolaan Lingkungan

Berbeda dari pendekatan konvensional yang bertumpu pada pengangkutan sampah, warga Pasie Nan Tigo memilih membangun sistem dari bawah. Mereka membentuk kebiasaan memilah sampah langsung dari rumah dan mengatur alur pengumpulan secara kolektif.

Setiap rumah tangga menyetorkan sampah terpilah ke unit bank sampah lingkungan. Pengurus kemudian mencatat, mengelola, dan mengarahkan sampah ke jalur pemanfaatan ulang atau penjualan bahan daur ulang.

Direktur Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo, Maivita, menilai kekuatan utama sistem ini terletak pada kedisiplinan warga.

“Warga bergerak bersama. Mereka tidak menunggu instruksi, tetapi sudah membentuk kebiasaan sendiri dalam mengelola sampah,” kata Maivita

Kolaborasi Sosial Perkuat Ketahanan Lingkungan

Model pengelolaan di Pasie Nan Tigo tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan. Warga juga membangun pola kerja sama sosial yang memperkuat ketahanan komunitas.

Baca Juga :  Fadly Amran Terima Kakanwil Kemenkum Sumbar, Penguatan Sinergi Pelayanan Hukum

Kelompok warga secara rutin melakukan kegiatan pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sederhana. Aktivitas ini menciptakan ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas antar warga.

Maivita menyebut sistem ini membuat pengelolaan sampah tidak lagi bergantung pada satu lembaga, melainkan tumbuh sebagai gerakan warga.

Penghargaan Jadi Validasi Gerakan Komunitas

Padang Rancak Award 2026 menilai berbagai inovasi lingkungan yang muncul dari tingkat kelurahan. Sistem berbasis komunitas seperti di Pasie Nan Tigo mendapat perhatian karena mampu berjalan konsisten tanpa ketergantungan besar pada intervensi eksternal.

Pemerintah Kota Padang melihat model ini sebagai contoh praktik baik yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Perubahan Perilaku Jadi Kunci Utama

Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada sistem teknis, tetapi juga perubahan perilaku warga. Kesadaran memilah sampah dari rumah menjadi fondasi yang memperkuat seluruh rantai pengelolaan.

Warga kini tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mengelolanya sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan sehari-hari.

Baca Juga :  ASN Pemkot Padang Tancap Gas Usai Libur Lebaran

Dampak ke Depan untuk Kota Padang

Model Pasie Nan Tigo menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi sistem sosial yang produktif. Pendekatan ini membuka peluang untuk memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Pemerintah kota mendorong wilayah lain mengadopsi pendekatan serupa agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada tahap pengangkutan, tetapi berkembang menjadi gerakan warga yang berkelanjutan.

FAQ

1. Apa yang membuat sistem di Pasie Nan Tigo berbeda?

Warga membangun sistem dari tingkat rumah tangga dengan partisipasi aktif, bukan hanya mengandalkan layanan pengangkutan sampah.

2. Apa fokus utama pengelolaan di wilayah ini?

Fokusnya pada pemilahan, pengumpulan mandiri, dan pemanfaatan kembali sampah berbasis komunitas.

3. Mengapa program ini mendapat penghargaan?

Karena sistemnya berjalan konsisten, melibatkan warga secara aktif, dan bisa direplikasi di wilayah lain.

4. Apa dampak sosial dari program ini?

Program ini memperkuat kerja sama antar warga dan meningkatkan kepedulian lingkungan.

5. Apa harapan pemerintah kota?

Pemerintah berharap model ini berkembang di wilayah lain untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Padang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Perempuan Padang Didorong Jadi Penggerak Digital dan Ketahanan Sosial Berbasis Komunitas
Padang Gencarkan Penataan PKL, Tantangan Ruang Usaha Makin Terbuka
Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?
Ribuan KTP Hilang Tiap Bulan, Warga Diminta Lebih Waspada
Padang Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Dijamin Tepat Sasaran
Fadly Amran Lepas 386 CJH Padang, Titip Doa untuk Kota Maju dan Sejahtera
Pemko Padang Terapkan Skema 75:25 Bantuan Perbaikan Rumah
Walikota Padang Fadly Amran Dorong ASN Kuasai Bahasa Asing
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:00 WIB

Dari Sampah Rumah Tangga Jadi Prestasi, Pasie Nan Tigo Sabet Padang Rancak Award 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Perempuan Padang Didorong Jadi Penggerak Digital dan Ketahanan Sosial Berbasis Komunitas

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:08 WIB

Padang Gencarkan Penataan PKL, Tantangan Ruang Usaha Makin Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:30 WIB

Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?

Selasa, 28 April 2026 - 12:00 WIB

Ribuan KTP Hilang Tiap Bulan, Warga Diminta Lebih Waspada

Berita Terbaru

Oplus_0

Market

BI Rate Naik Bikin IHSG Goyang, Saham PTBA Cs Jadi Sorotan

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB