Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penghubung Ekonomi Desa, DPRD Sungai Penuh Soroti Integrasi Usaha Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah membuka satu pembahasan baru di tingkat daerah: bukan soal jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi seberapa siap koperasi itu masuk ke rantai ekonomi nyata di desa.

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, menilai koperasi tidak bisa lagi berdiri sebagai unit ekonomi yang terpisah. Ia menekankan perlunya koperasi berfungsi sebagai penghubung antara produksi warga desa dan pasar yang lebih luas.

Koperasi Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Hutri Randa melihat pola lama koperasi desa sering berjalan terpisah dari aktivitas ekonomi warga. Akibatnya, dampak yang muncul tidak menyentuh struktur ekonomi secara menyeluruh.

Ia menilai Koperasi Merah Putih harus bergerak sebagai simpul yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, dan sektor perdagangan desa dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Koperasi harus menjadi penghubung, bukan hanya lembaga yang berdiri sendiri,” katanya.

Sungai Penuh Uji Integrasi Ekonomi Desa

Di Kota Sungai Penuh, pendekatan koperasi mulai diarahkan untuk menyatu dengan aktivitas ekonomi yang sudah berjalan. Pemerintah daerah mendorong agar koperasi di Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi, menjadi titik awal integrasi tersebut.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama perangkat daerah dan unsur Forkopimda mulai memetakan potensi ekonomi desa yang bisa disambungkan ke koperasi.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Gelar Paripurna, Fraksi Soroti LKPJ Wali Kota

Fokusnya bukan membentuk usaha baru dari nol, tetapi menghubungkan usaha yang sudah ada agar lebih terstruktur.

Dampak yang Diharapkan Berubah Arah

Berbeda dari pendekatan koperasi tradisional, Koperasi Merah Putih kini diarahkan untuk menciptakan dampak sistemik di desa, bukan hanya keuntungan anggota.

1. Rantai pasok lokal lebih rapi

Hasil pertanian dan produk UMKM tidak lagi dijual secara terpisah, tetapi masuk ke jalur distribusi koperasi.

2. Posisi tawar warga meningkat

Petani dan pelaku usaha kecil memiliki wadah bersama untuk menentukan harga dan akses pasar.

3. Aktivitas ekonomi lebih terkoordinasi

Desa memiliki sistem ekonomi yang lebih terstruktur, bukan aktivitas individu yang terpisah-pisah.

4. Penguatan pasar lokal

Koperasi membantu memastikan produk desa terserap lebih stabil, tidak tergantung tengkulak atau pasar luar.

Tantangan: Menyatukan Sistem yang Sudah Ada

Hutri Randa menyoroti bahwa tantangan utama bukan pada pembentukan koperasi, tetapi pada penyatuan sistem ekonomi yang sudah berjalan di masyarakat.

Ia menilai banyak desa sudah memiliki aktivitas ekonomi aktif, namun belum terkoneksi satu sama lain. Di titik ini koperasi dituntut hadir sebagai pengatur alur, bukan sekadar pelaku baru.

Baca Juga :  IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama

Pergeseran Peran Koperasi di Tingkat Desa

Pendekatan Koperasi Merah Putih menandai pergeseran fungsi koperasi dari lembaga usaha tunggal menjadi penghubung ekosistem ekonomi desa.

DPRD Sungai Penuh menekankan bahwa keberhasilan program ini akan ditentukan oleh kemampuan koperasi menyatukan pelaku ekonomi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.

Jika integrasi ini berhasil, koperasi tidak hanya menjadi program, tetapi berubah menjadi struktur ekonomi baru di tingkat desa.

FAQ

1. Apa fokus baru Koperasi Merah Putih menurut DPRD Sungai Penuh?

Fokusnya bergeser menjadi penghubung rantai ekonomi desa, bukan hanya lembaga usaha mandiri.

2. Apa perbedaan dengan koperasi lama?

Koperasi lama sering berdiri sendiri, sementara model baru diarahkan untuk mengintegrasikan pelaku ekonomi desa.

3. Apa manfaat utama bagi warga desa?

Warga mendapat akses pasar lebih teratur, posisi tawar lebih kuat, dan sistem distribusi yang lebih stabil.

4. Bagaimana peran pemerintah daerah?

Pemerintah daerah memetakan potensi ekonomi dan menghubungkannya dengan koperasi.

5. Apa tantangan terbesar implementasi?

Menyatukan pelaku ekonomi yang sudah berjalan agar masuk ke sistem koperasi tanpa tumpang tindih.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Berita Terbaru