Laba Perdana Jadi Momentum, GOTO Siapkan Aksi Buyback Jumbo Rp3,5 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan langkah strategis baru dengan merencanakan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp3,5 triliun. Perusahaan teknologi yang mengoperasikan layanan transportasi daring dan e-commerce ini menargetkan aksi tersebut mulai Juni 2026.

Manajemen GOTO menyampaikan rencana ini setelah perusahaan berhasil membukukan laba bersih perdana pada kuartal I 2026. Kinerja positif ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat strategi pengelolaan modal dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Laba Perdana Jadi Titik Balik Kinerja GOTO

GOTO mencatat laba bersih sebesar Rp257,9 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini menandai perubahan besar setelah perusahaan sebelumnya mencatat rugi Rp283 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari peningkatan arus kas operasional. Perusahaan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,06 triliun pada kuartal I 2026, naik tajam dibandingkan Rp300,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam mendukung rencana ekspansi dan aksi korporasi.

Buyback Gunakan Kas Internal Perusahaan

Manajemen GOTO memastikan seluruh dana buyback berasal dari kas internal perusahaan. Hingga akhir Maret 2026, GOTO mencatat kas dan setara kas sebesar Rp22,7 triliun. Angka ini memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menjalankan rencana tanpa mengganggu operasional utama.

Baca Juga :  BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

Perusahaan menilai posisi kas tersebut cukup kuat untuk mendukung strategi jangka panjang, termasuk menjaga stabilitas bisnis dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal.

Jadwal Pelaksanaan Buyback

GOTO menargetkan pelaksanaan buyback berlangsung selama maksimal 12 bulan. Periode tersebut dimulai pada 19 Juni 2026 dan berakhir pada 18 Juni 2027. Namun, pelaksanaan tetap bergantung pada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026.

Perusahaan juga menegaskan beberapa kondisi yang dapat menghentikan program ini lebih awal. Manajemen dapat menghentikan buyback jika dana telah mencapai batas Rp3,5 triliun, periode berakhir, atau jika perusahaan mengambil kebijakan baru terkait modal.

Strategi Dorong Nilai Saham

GOTO menilai aksi buyback sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Perusahaan berharap langkah ini dapat membantu harga saham mencerminkan nilai fundamental bisnis secara lebih akurat.

Selain itu, buyback juga memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan struktur modal. Manajemen menargetkan program ini dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat stabilitas jangka panjang perusahaan di pasar modal.

Baca Juga :  BRPT, TPIA, CDIA Pimpin Laba Big Caps 2025, Emiten Prajogo Dominasi Bursa

Posisi Saham dan Struktur Kepemilikan

Saham GOTO pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2022 dengan harga IPO Rp338 per saham. Saat IPO, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,5 triliun. Namun, sejak penawaran umum perdana, harga saham GOTO mengalami tekanan dan belum kembali ke level awal pencatatan.

Hingga Mei 2026, saham GOTO masih bergerak di bawah Rp100 per lembar atau berada pada kategori saham gocap. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya free float saham yang mencapai 71,3% per April 2026.

Sejumlah nama besar tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat, termasuk pendiri serta jajaran eksekutif awal perusahaan.

Harapan Pasar dan Arah Ke Depan

Pasar kini menyoroti langkah GOTO setelah perusahaan berhasil mencetak laba dan menyiapkan buyback besar. Investor menunggu eksekusi strategi ini untuk melihat dampaknya terhadap harga saham dan stabilitas kinerja keuangan ke depan.

Dengan kombinasi laba perdana, arus kas yang menguat, dan rencana buyback jumbo, GOTO memasuki fase baru yang lebih berfokus pada efisiensi, profitabilitas, dan peningkatan nilai pemegang saham.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Saat Harga Batu Bara Naik, Kinerja Emiten Tambang Justru Tertahan
IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa
IHSG 12 Mei 2026 Melemah: Investor Tahan Aksi Jelang Keputusan MSCI, Saham Bank Jadi Penekan Utama
IHSG Diprediksi Melemah, MAPA, PNLF, dan BDMN Jadi Saham Pilihan Hari Ini
BEI Rilis Status Free Float Emiten, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sorotan Pasar
IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama
IHSG Menguat ke 7.092, Investor Masih Optimistis di Tengah Ketidakpastian Global
Dua Emiten Kompak Tebar Dividen 2026, MLPT dan BOLT Bagi-Bagi Cuan ke Investor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:00 WIB

Laba Perdana Jadi Momentum, GOTO Siapkan Aksi Buyback Jumbo Rp3,5 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:00 WIB

Saat Harga Batu Bara Naik, Kinerja Emiten Tambang Justru Tertahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:09 WIB

IHSG 13 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Global Masih Bayangi Bursa

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

IHSG 12 Mei 2026 Melemah: Investor Tahan Aksi Jelang Keputusan MSCI, Saham Bank Jadi Penekan Utama

Senin, 11 Mei 2026 - 09:00 WIB

IHSG Diprediksi Melemah, MAPA, PNLF, dan BDMN Jadi Saham Pilihan Hari Ini

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB