JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan langkah strategis baru dengan merencanakan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp3,5 triliun. Perusahaan teknologi yang mengoperasikan layanan transportasi daring dan e-commerce ini menargetkan aksi tersebut mulai Juni 2026.
Manajemen GOTO menyampaikan rencana ini setelah perusahaan berhasil membukukan laba bersih perdana pada kuartal I 2026. Kinerja positif ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat strategi pengelolaan modal dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Laba Perdana Jadi Titik Balik Kinerja GOTO
GOTO mencatat laba bersih sebesar Rp257,9 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini menandai perubahan besar setelah perusahaan sebelumnya mencatat rugi Rp283 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perbaikan kinerja juga terlihat dari peningkatan arus kas operasional. Perusahaan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,06 triliun pada kuartal I 2026, naik tajam dibandingkan Rp300,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam mendukung rencana ekspansi dan aksi korporasi.
Buyback Gunakan Kas Internal Perusahaan
Manajemen GOTO memastikan seluruh dana buyback berasal dari kas internal perusahaan. Hingga akhir Maret 2026, GOTO mencatat kas dan setara kas sebesar Rp22,7 triliun. Angka ini memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menjalankan rencana tanpa mengganggu operasional utama.
Perusahaan menilai posisi kas tersebut cukup kuat untuk mendukung strategi jangka panjang, termasuk menjaga stabilitas bisnis dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal.
Jadwal Pelaksanaan Buyback
GOTO menargetkan pelaksanaan buyback berlangsung selama maksimal 12 bulan. Periode tersebut dimulai pada 19 Juni 2026 dan berakhir pada 18 Juni 2027. Namun, pelaksanaan tetap bergantung pada persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026.
Perusahaan juga menegaskan beberapa kondisi yang dapat menghentikan program ini lebih awal. Manajemen dapat menghentikan buyback jika dana telah mencapai batas Rp3,5 triliun, periode berakhir, atau jika perusahaan mengambil kebijakan baru terkait modal.
Strategi Dorong Nilai Saham
GOTO menilai aksi buyback sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Perusahaan berharap langkah ini dapat membantu harga saham mencerminkan nilai fundamental bisnis secara lebih akurat.
Selain itu, buyback juga memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan struktur modal. Manajemen menargetkan program ini dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat stabilitas jangka panjang perusahaan di pasar modal.
Posisi Saham dan Struktur Kepemilikan
Saham GOTO pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2022 dengan harga IPO Rp338 per saham. Saat IPO, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp13,5 triliun. Namun, sejak penawaran umum perdana, harga saham GOTO mengalami tekanan dan belum kembali ke level awal pencatatan.
Hingga Mei 2026, saham GOTO masih bergerak di bawah Rp100 per lembar atau berada pada kategori saham gocap. Kondisi ini terjadi di tengah tingginya free float saham yang mencapai 71,3% per April 2026.
Sejumlah nama besar tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat, termasuk pendiri serta jajaran eksekutif awal perusahaan.
Harapan Pasar dan Arah Ke Depan
Pasar kini menyoroti langkah GOTO setelah perusahaan berhasil mencetak laba dan menyiapkan buyback besar. Investor menunggu eksekusi strategi ini untuk melihat dampaknya terhadap harga saham dan stabilitas kinerja keuangan ke depan.
Dengan kombinasi laba perdana, arus kas yang menguat, dan rencana buyback jumbo, GOTO memasuki fase baru yang lebih berfokus pada efisiensi, profitabilitas, dan peningkatan nilai pemegang saham.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









