JAKARTA – Dua emiten di pasar modal, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dan PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), sama-sama memutuskan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025. Meski terlihat serupa, keduanya menjalankan strategi berbeda dalam menentukan besaran dividen hingga jadwal pembagian.
Langkah ini kembali menarik perhatian investor yang sedang berburu saham dengan imbal hasil dividen di tengah fluktuasi pasar.
MLPT Tebar Rp150 Miliar, Payout Hampir 45%
PT Multipolar Technology Tbk menetapkan total dividen tunai sebesar Rp150 miliar atau Rp80 per saham. Keputusan ini muncul dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 April 2026.
Corporate Secretary MLPT, Wiriawaty Chandra, menyampaikan bahwa perseroan telah mengunci nilai dividen sesuai hasil rapat. Dengan laba bersih 2025 sebesar Rp336,49 miliar, perusahaan mengalokasikan sekitar 44,6% laba untuk dibagikan kepada pemegang saham.
Manajemen MLPT tetap menahan sebagian laba untuk memperkuat ekspansi bisnis. Perusahaan masih memiliki saldo laba ditahan Rp462,42 miliar dan total ekuitas Rp761,17 miliar. Kondisi ini memberi ruang pendanaan internal yang cukup kuat.
Catat Jadwal Dividen MLPT
Investor harus memperhatikan jadwal penting agar tidak kehilangan hak dividen. MLPT menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Mei 2026, lalu ex dividen pada 11 Mei 2026.
Selanjutnya, cum dividen pasar tunai berlangsung pada 12 Mei 2026 dan ex dividen pada 13 Mei 2026. Perseroan menetapkan daftar pemegang saham pada 12 Mei 2026, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 3 Juni 2026.
Harga Saham Tertekan, Dividen Jadi Penopang
Di sisi lain, saham MLPT masih menghadapi tekanan. Hingga penutupan perdagangan 4 Mei 2026, harga saham MLPT berada di level Rp21.075. Angka ini turun 2,2% secara harian dan sudah merosot lebih dari 66% sejak awal tahun.
Kondisi ini membuat dividen menjadi daya tarik utama bagi investor. Imbal hasil dividen dinilai mampu menahan minat pasar meski harga saham melemah tajam.
BOLT Bagikan Rp117 Miliar, Rp50 per Saham
Sementara itu, PT Garuda Metalindo Tbk mengambil langkah berbeda. Emiten ini menetapkan dividen sebesar Rp117,18 miliar atau Rp50 per saham berdasarkan hasil RUPST pada 27 April 2026.
Direktur Utama BOLT, Erwin Wijaya, menegaskan bahwa perusahaan telah menyepakati nilai tersebut sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham.
Strategi BOLT terlihat lebih konservatif jika dibandingkan dengan MLPT. Perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara pembagian laba dan kebutuhan ekspansi bisnis ke depan.
Strategi Berbeda, Tujuan Sama
Kedua emiten menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola laba. MLPT memilih rasio pembagian dividen yang lebih agresif, sementara BOLT cenderung lebih berhati-hati.
Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya tarik saham di pasar.
Bagi investor, momentum pembagian dividen ini membuka peluang untuk mengoptimalkan pendapatan pasif. Meski begitu, investor tetap perlu mencermati fundamental perusahaan dan pergerakan harga saham sebelum mengambil keputusan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









